Jangan Asal Nyemplung, Pahami Risiko Rentenir Digital

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso

Bandung, PONTAS.ID – Masyarakat diminta waspada terhadap risiko platform pinjaman layanan keuangan (financial technology/fintech) peer to peer lending seperti Uang Teman dan Modalku.

Pasalnya perusahaan teknologi yang memberikan bukan merupakan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) sehingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan tidak bertanggungjawab jika ada fintech yang bangkrut.

Ketua OJK Wimboh Santoso mengatakan, OJK hanya mengawasi dari sisi perlindungan konsumen namun tidak mengawasi pengelolaan keuangan fintech, “Kami ingin mendorong bagaimana fintech ini transparan,” ujar Wimboh di Bandung, Sabtu (3/3/2018).

Sebagaimana diketahui, akhir-akhir ini, sejumlah fintech mencantumkan logo OJK pada iklan mereka guna memberikan rasa aman bagi konsumen untuk menempatkan dana di fintech.

“Tidak boleh lagi mereka (Fintech) mencantumkan logo OJK. Kalau bangkrut, memang OJK yang akan tanggungjawab? Itu yang akan tanggungjawab ya pemegang saham dan pemilik dana,” tegas dia.

Rentenir Era Digital
Wimboh menegaskan, berinvestasi di fintech, ibarat menaruh dana di saham, dengan demikian risiko kehilangan dana sepenuhnya ditanggung oleh pemilik dana.

Wimboh juga mengakui, bunga (interest) yang diberikan fintech kepada investor (penanam modal) cukup tinggi, akibatnya bunga yang dikenakan pada debituy juga menjadi tinggi, “Ibarat rentenir di era digital,” imbuhnya.

Namun karena di luar kewenangan pihaknya, Wimboh mengatakan, OJK tak bisa mengatur tingkat bunga tersebut. OJK juga tidak mewajibkan fintech memenuhi rasio-rasio keuangan tertentu layaknya lembaga jasa keuangan yang diawasinya,”OJK hanya bisa meminta fintech melaporkan kinerja keuangannya,” imbuhnya.

Meski demikian, OJK akan menerbitkan prinsip dasar panduan bagi fintech guna menjaga perlindungan konsumen, “Pemilik dana harus tahu berapa lama dananya disalurkan kepada peminjam, risikonya, dan siapa yang dipinjamkan,” tambah dia.

Selain itu, OJK juga meminta perusahaan fintech menyiapkan modal atau dana khusus di luar operasional. Hal tersebut juga dilakukan semata-mata untuk memberikan perlindungan kepada konsumen. (Knt)

Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here