Kadin Minta Sinergi BUMN dan Swasta Tingkatkan Keselamatan

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Infrastruktur Erwin Aksa, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong agar adanya sinergi antara Kontraktor BUMN dengan swasta untuk dapat meningkatkan keselamatan kerja. Saat ini, sudah banyak kontraktor swasta yang mampu bekerjasama dan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja yang mumpuni.

Langkah ini sebagai upaya pencegahan kecelakaan konstruksi menyusui masifnya pembangunan di Indonesia sebagai upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur strategis. Namun, maraknya kasus kecelakaan dalam proyek konstruksi akhir ini yang terjadi hampir berturutan, sudah mengingatkan bahwa aspek keselamatan dan kecelakaan kerja seperti kurang mendapat perhatian dari kontraktor.

Dilansir dari laman BUMNtrack, Menurut Kadin, dalam Permen PU No.5/2014 tentang Sistem Manajemen K3 Konstruksi sudah jelas bahwa setiap proyek yang tidak memenuhi standar keamanan dan keselamatan akan dikenai sanksi dari surat peringatan sampai penghentian pekerjaan.

“Kami harapkan ada solusi segera dari semua akar permasalahan kecelakaan konstruksi yang terjadi akhir-akhir ini agar menjadi perhatian bagi para kontraktor karena apabila izinnya di cabut, secara tidak langsung akan menghambat pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot oleh pemerintah” kata Erwin Aksa selaku Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Konstruksi dan Infrastruktur, Jakarta, (26/1/18).

Saat ini, dari data Kadin, pada 2017 baru sekitar 150.000 tenaga ahli yang tersertifikasi di negeri ini (pekerja di semua level, baik perencana, pengawas, maupun pelaksana proyek). Padahal, jumlah tenaga ahii ini sekitar 500.000-750.000 orang, hal ini akan menjadi tantangan bagi para kontraktor dan asosiasi.

Seperti diketahui, sejak Agustus 2017 sampai Januari 2018, tercatat teiah terjadi lebih dari 10 kasus kecelakaan konstruksi di proyek infrastruktur yang mengakibatkan beberapa pekerja meninggal dan menderita cidera, hal tersebut sejalan dengan data BPJS bahwa konstruksi merupakan sektor industri penyumbang terbesar dalam hal angka kecelakaan kerja di Indonesia.

“Apabila pengawasan dan jaminan keselamatan kerja serta kuaiitas infrastruktur kurang menjadi perhatian, maka akan mempengaruhi kelancaran pekerjaan dan sangat merugikan,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here