Survei LSI: Hanura Berpotensi Jadi Partai Gurem

Jakarta, PONTAS.ID – Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar mengatakan, Partai Hanura harus segera berbenah pasca dilanda kisruh internal. Jika tidak, kata dia, maka Hanura diprediksi tidak lolos ambang batas parlemen sebesar 4 persen total suara sah.

“Jika situasi Hanura tidak membaik, maka Hanura berpotensi terlempar dari parlemen dan menjadi ‘partai gurem’ dengan elektabilitas di bawah 2%,” kata Rully di Graha Dua Rajawali, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018).

Berdasarkan survei LSI Denny JA yang dirilis hari ini, Hanura mendapat 0,7% suara responden. Pada Desember 2017, raupan suara Hanura tercatat sebesar 0,5%. Pada Agustus 2017, suara Hanura tercatat sebesar 1,6%. Padahal di Pileg 2014, Hanura mendapat raihan 5,26% suara dan lolos ke Parlemen. Artinya, berdasarkan survei sekarang, ada penurunan elektabilitas Hanura. Penurunan belakangan ini dinilai sebagai akibat perpecahan Hanura.

Perolehan suara 0,7 persen tersebut didasarkan atas survei yang dilakukan LSI Denny JA pada 7 hingga 14 Januari 2018, terhadap 1200 responden, dengan menggunakan metode multi stage random sampling. Survei sendiri dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka dengan responden yang dilakukan serentak di 35 provinsi di Indonesia, dengan margin of error sebesar 2,9 persen.

“Hanura semakin terpuruk di 0,7%. Bisa jadi karena faktor kemarin sempat ada konflik di internal Hanura, antara kubu Manhattan dan kubu Ambhara,” terangnya.

Namun Rully menilai, adanya upaya islah kedua kubu di tubuh Hanura bisa jadi memberikan efek positif.

“Isu perpecahan ini berpotensi memperburuk elektabilitas. Bisa jadi Hanura berbalik dengan adanya islah ini, bisa jadi selanjutnya ada kenaikan,” ujar Rully.

Elektabilitas di bawah Hanura ditempati oleh partai baru dan partai gurem, demikian LSI Denny JA mengistilahkannya. Partai itu adalah Perindo dengan elektabilitas 3,0%, PSI 0,3%, PKPI 0,2%, dan PBB 0,3%.

“Partai baru dan partai papan bawah terancam tak lolos ambang batas parlemen, kecuali ada program ‘big bang’ yang menarik dan magnet tokoh yang kuat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here