Polrestabes Makassar Ungkap Oknum Polri Terlibat Narkoba

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika, saat jumpa pers, Selasa (16/01/2018).

Makassar, PONTAS.ID – Satuan Narkoba Polrestabes Makassar berhasil mengungkap kasus dugaan oknum polisi merangkap bandar Narkoba. Bripka SI anggota Polri yang diciduk tersebut bertugas di Polsek Jajajaran.

“Ditangkap karena diduga merupakan bandar narkoba. “Polrestabes Makassar berkomitmen memberantas narkoba tanpa pandang bulu,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika, SIK, dalam jumpa pers di Aula Mappaodang Polrestabes Makassar, Selasa (16/01/2018).
Astetika yang didampingi Kabag Ops Polrestabes Makassar Kompol Dwi Bachtiar ,SIK, SH, mengatakan terungkapnya kasus ini berawal dari beberapa tersangka yang sebelumnya telah diamankan kemudian dikembangkan lagi oleh satuan Narkoba Polrestabes Makassar.

Aroma keterlibatan anggota polisi tersebut dimulai pada Minggu (24/12/2017) silam, pukul 02.30 WITA saat satuan Narkoba Polrestabes Makassar berhasil mengamankan tiga orang. Ketiganya terdiri dari dua laki-laki dan seorang perempuan ditangkap di jalan Samalona Kecamatan Biringkanaya dengan barang bukti narkoba jenis sabu, “Kurang lebih 9 paket bersama timbangan digital,” imbuhnya.

Kemudian, lanjut Astetika, dari hasil pengembangan pihaknya, pada Kamis (4/1/2018) sekitar pukul 08.30 WITA bertempat di Jalan Bukit Sejahtera Kecamatan Tamalanrea Makassar satuan Narkoba kembali meringkus seorang lelaki inisial IR alias Ciwang dengan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 6 paket.

Dijelaskan Astetika, pada TKP ketiga di Jalan sahabat /pondok Lasinrang kecamatan Tamalanrea petugas kembali berhasil meringkus lelaki inisila ER bersama bandarnya inisial JA.

“Dari pengakuannya barang haram tersebut didapatkan dan dikoordinir dari bandar inisial AA di lapas Bolangi serta seorang oknum Polri yang bertugas di Polsek Jajajaran Polrestabes Makassar Inisial Bripka SI. Pada saat penangkapan turut diamankan barang bukti sebuah Handphone dan beberapa kartu ATM dan buku tabungan,” tuturnya.

Selanjutnya para pengedar/Bandar yang di amankan akan dikenakan pasal 114, 112 (1) Jo pasal 132 Ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Knt)
Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here