Polisi Terus Kejar Uang “Mega Korupsi” Kondensat

Direktur Tipideksus Bareskrim Polri. Brigjen Pol Agung Setya

Jakarta, PONTAS.ID – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri terus mengejar sisa uang kasus dugaan korupsi penjualan kondensat oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) sebesar Rp 3 Triliun dari total kerugian negara sebesar Rp 35 triliun. Selain TPPI, kasus ini juga melibatkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

“Kerugiannya Rp 35 triliun dan yang baru diselamatkan sebesar lebih dari Rp 32 triliun. Itu artinya masih ada selisih yang terus harus kami kejar. Kalau berdasarkan informasi BPK, memang baru kali ini ada kerugian negara sebesar itu,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya, Senin (8/1/2018).
Penyidik Bareskrim Polri, kata Agung juga menyita kilang minyak milik TPPI di Tuban, Jawa Timur, senilai Rp 600 miliar.

Agung mengakui penanganan kasus kondensat rumit. Sebab, korupsi dilakukan di area perminyakan, sementara kasus yang ditangani oleh polisi selama ini berkaitan dengan proyek dan pengadaan barang.
Pada awal penanganan perkara, kata Agung, banyak pihak yang melirik untuk menangani kasus ini.
“Ada juga yang sampai ingin menggeser pidananya menjadi perdata. Tapi kami temukan kuncinya bahwa kasus ini tidak ada kontraknya,” kata dia.

Mengarah TPPU
Sebelumnya, Jampidsus Kejaksaan Agung Adi Toegarisman mengatakan, pengembangan kasus ini tak menutup kemungkinan masuk tindak pidana pencucian uang (TPPU).
“Dari hasil koordinasi kami, ada komitmen dari kepolisian bahwa dalam pengembangannya juga akan ditangani TPPU-nya,” ujar Adi di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu pekan lalu.

Namun, penyidikan terkait TPPU akan dilakukan jika ditemukan fakta dan bukti yang mengarah ke sana dalam persidangan.
Bahkan, Adi tak menutup kemungkinan kasus pencucian uang akan ditangani kejaksaan, “Karena ini pidana korupsi, bisa saja kami mengambil sikap untuk mengembangkan penyidikan sendiri,” kata Adi.

Kronologis Kasus
Pengusutan perkara dugaan korupsi lewat penjualan kondensat dilakukan Bareskrim Polri sejak 2015.
Kasus ini melibatkan SKK Migas (dulu bernama BP Migas), PT TPPI, dan Kementerian ESDM.

Penyidik menemukan sejumlah dugaan tindak pidana, yakni penunjukan langsung PT TPPI oleh SKK Migas untuk menjual kondensat.

Dugaan berikutnya, PT TPPI telah melanggar kebijakan wakil presiden untuk menjual kondensat ke Pertamina. TPPI justru menjualnya ke perusahaan lain.
Penyidik juga menemukan bahwa meski kontrak kerja sama SKK Migas dengan PT TPPI ditandatangani Maret 2009, tetapi PT TPPI sudah menerima kondensat dari BP Migas sejak Januari 2009 untuk dijual.

Komitmen awal kontrak kerja mereka adalah memproduksi bahan bakar untuk dijual Pertamina. Namun, PT TPPI mengolahnya menjadi LPG.
Selain itu, PT TPPI juga diduga tidak menyerahkan hasil penjualan kondensat ke kas negara.
Saat ini, Kejaksaan menyatakan kasus ini telah lengkap dan tinggal menunggu pelimpahan dari penyidik.
Editor: Hendrik JS

Previous articleJames Franco Pemeran Film Terbaik 2018
Next articleDiperiksa KPK, Marzuki Alie Dicecar 13 Pertanyaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here