‘Bermain’ di Kilang Olefin, CERI Bongkar Modus Petinggi BUMN

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I, Pahala Nugraha Mansury kembali bungkam ketika dimintakan klarifikasi dan konfirmasi kedua kalinya mengenai dugaan intervensi dirinya terhadap pelaksanaan Tender Kilang Olefin TPPI dengan total nilai pekerjaan senilai Rp.50 Triliun.

Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, setelah sebelumnya telah melayangkan Surat Konfirmasi dan Klarifikasi Elektronik kedua melalui pesan Whatsapp kepada Wamen BUMN I pada 23 Juli 2021.

“Hingga Minggu (25/7/2021) siang, ia belum memberikan sepotong keterangan pun,” ungkap Yusri dalam keterangan tertulisnya kepada PONTAS.id, Minggu (25/7/2021).

CERI kata Yusri juga telah mengirimkan tembusan surat itu kepada Menteri BUMN, jajaran Dewan Komisaris Pertamina, Dewan Direksi Pertamina, Dewan Komisaris PT Kilang Pertamina Internasional, Dewan Direksi PT Kilang Pertamina Internasional, dan Tim Tender.

Tak Bisa Mengelak
Sebelumnya, pada 17 Juli 2021 lalu, CERI juga sudah juga melayangkan Surat Konfirmasi dan Klarifikasi Elektronik pertama kepada Wamen BUMN I.

“Namun, tidak ada keterangan atau pun bantahan sama sekali. Belakangan, dilansir liputan6.com pada 20 Juli 2021, Wamen 1 BUMN membantah telah mengintervensi lelang tersebut,” beber Yusri.

Yusri menungkapkan, dalam perbincangannya melalui pesan Whatsapp dengan Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, Djoko Priyono pada 19 Juli 2021, Djoko tak dapat mengelak tentang adanya indikasi intervensi Wamen BUMN I terhadap proses tender Kilang Olefin TPPI.

“Saya utarakan adanya bukti pesan Whatsapp dari Djoko Priyono kepada Komut PT Pertamina yang menyebutkan bahwa gagasan penurunan porsi PT Rekind dari 17% menjadi 2% pada JO Hyundai Co Ltd merupakan arahan dari Wamen BUMN I. Dia tidak membantah adanya pesan Whatsapp seperti itu,” ungkap Yusri.

Malah, Djoko kala itu mengakui bahwa pesan Whatsaap itu merupakan jawaban dirinya atas pertanyaan Komut Pertamina kepadanya.

“Itu sebenarnya karena Pak Komut bertanya saya report spt itu, dan saat itu dng Pak Wamen bukan di forum pembahasan Olefin TPPI tapi di forum after meeting pembahasan perihal mitigasi potensi US Sungsion ke GRR Tuban dan saya lisan saja ngomongnya dan 2 point tsb juga belum kita follow up, sedang point yg kita follow up hanya sanggahan saja sudah kita submit krn mengikuti aturan tender hrs di jawab sgr,” ungkap Yusri membeberkan isi pesan Whatsapp Djoko Priyono kepada dirinya saat itu.

Intervensi Tender
Sebelumnya, pada 15 Juli 2021 Yusri juga sudah mengajukan pertanyaan kepada Djoko Priyono. “Infonya ada intervensi Wamen BUMN I terkait usulan penuruan porsi Rekind di dalam konsorsium?,” tanya Yusri pada Djoko Priyono kala itu.

Djoko lantas membalas dengan menceritakan kondisi keuangan Rekind. “Nggak Bang, kita melihat evaluasi thn buku 2020 ini kurang baik di banding thn 2019 dan 2018,” jawab Djoko Priyono melalui pesan Whatsapp kala itu.

Kemudian, Yusri melanjutkan pertanyaannya kepada Djoko Priyono. “Jika saya dpt bukti ada intervensi gimana? Karena Tim Tender itu harus bebas dari intervensi, termasuk dari Direksi PT KPI, Direksi Pertamina Holding dan Dewan Komisaris, apalagi dari Kementerian,” tanya Yusri saat itu.

Djoko pun menjawab. “Siip Bang,” timpal Djoko singkat yang ditirukan Yusri.
Ketika isi pesan whatsapp dikonfirmasi ke Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kata Yusri menjawab singkat. “Silahkan telusuri, prinsipnya saya ingin proses bisnis di Pertamina harus transparan dan akuntabel serta profesional agar efisiensi tercapai,” jawab Komut Pertamina.

CERI kemudian juga membeberkan isi pesan Whatsapp Dirut PT KPI kepada Komisaris Utama PT Pertamina yang diterima dari sumber sesama awak media. Pesan itu berbunyi sebagai berikut;

“Pak Komut, terus terang arahan Pak Wamen sbb : 1. Komunikasi dng Rek In dan JO Hyundai utk menurunkan porsi Rek In di konsorsium tsb menjadi maksimal 2 % porsinya. Kami sudah tindak lanjuti dan JO Hyundai group dan masih di 5 % dan bila performance finansial di Rek In, JO Hyundai group hrs take over.

“Kami masih mibtakan ke 2 % dan masih menunggu jawaban 2. Setelah Porsi Rek in di Hyundai group setuju 2 %, kami diminta menghadap Pak Komut untuk menjelaskan dan mohon arahan Sementara proses lelang menjawab sanggahan dan sudah kami jawab sesuai yg di presentasi terakhir dan Pak Wamen setuju utk dijawab terlebih dahulu sesuai aturan tender. Demikian Pak Komut, arahan dari Pak Wamen saat meeting terakhir,” beber Yusri mengungkap perbincangannya.

Program Jokowi
Proyek Kilang Olefin TPPI menjadi penting untuk Negara lantaran proyek ini memang merupakan salah satu proyek strategis yang digagas Presiden Jokowi.

Sebelumnya CERI mengungkapkan terkesan kental proyek ini telah ‘dipanjat’ secara bersama sama oleh oknum-oknum petinggi petinggi di BUMN, ‘Senayan’, Badan Pemeriksa serta elit partai bersama oknum salah satu anggota konsorsium sendiri

Hingga berita ini dipublikasikan, Juru Bicara Kementerian BUMN, Arya Sinulingga serta VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman belum menjawab pertanyaan yang disampaikan PONTAS.id melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Fajar Virgyawan Cahya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here