Jakarta, PONTAS.ID – Untuk kedua kalinya secara berturut turut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dinobatkan sebagai “Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik Tahun 2018” versi majalah keuangan, FinanceAsia, pada Sabtu (14/4/2018).
Sri Mulyani dinilai berhasil membawa perkonomian Indonesia ke arah yang lebih baik serta berhasil memanfaatkan kesempatan kemajuan ekonomi global untuk mereformasi struktur keuangan pada 2017. Sehingga Indonesia dapat bertahan saat terjadi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat.
Sri Mulyani pun mempersembahkan penghargaan ini untuk rakyat Indonesia yang pada bulan April ini akan memperingati Hari Kartini.
“Sosok perempuan inspirasional. Tidak segan untuk berjuang mendobrak halangan bagi perempuan untuk mendapat kesempatan menuntut pendidikan dan peranan yang setara di masyarakat,” kata Sri Mulyani seperti dikutip dari kemenkeu.go.id, Minggu (15/4/2018).
Sri Mulyani berharap agar perempuan-perempuan dan anak-anak gadis Indonesia terus tidak henti dan tidak pernah lelah meneruskan cita-cita dan perjuangan Kartini, dengan belajar setinggi mungkin, “Dan menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan para pendiri bangsa,” imbuhnya.
Kerja Keras Kabinet
Sri Mulyani juga mengatakan prestasi yang diraihnya tak lepas dari peran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang selalu mendorong seluruh Menteri bekerja keras guna memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia.
Ia menambahkan, Menkeu adalah jabatan publik dan abdi negara yang bertanggung jawab mengelola keuangan negara bagi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.
“Keuangan negara adalah alat untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia untuk mewujudkan masyarakat adil makmur dan negara yang beradab dan bermartabat,” kata dia.
Sebagai informasi, selain Menteri Keuangan terbaik, FinanceAsia juga menilai Menkeu Sri Mulyani berhasil menjaga stabilitas belanja negara yang terlihat terlihat dari defisit anggaran yang lebih rendah (2,5 persen) dibanding proyeksi semula (2,9 persen).
Tak hanya itu, Pemerintah juga dinilai berhasil menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah.
Pada tahun 2017 pula, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai angka USD 1 triliun untuk pertama kalinya, dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas 5 persen.
Editor: Hendrik JS




























