Soto Sangka, Racikan Tiga Generasi Pertahankan Bumbu Rempah

Soto Sangka

Banyumas, PONTAS.ID – Siapa yang tak mengenal soto yang makanan yang berkuah dan segar, Ini salah satu kisah kuliner legendaris di Kabupaten Banyumas, Soto Sangka yang berusia 92 tahun. Tentang tiga generasi keluarga Mbah Sangka yang mempertahankan bumbu dapur dan cara memasak secara tradisional.Bermula pada tahun 1925, Mbah Sangka berpeluh keringat menjajakan soto berkeliling jalan kaki di area kota lama Banyumas. Dia tak pernah tahu, soto racikan tangannya bakal jadi warisan berharga keluarganya.

Kekhasan bahan rempah-rempah, ayam kampung babon untuk kaldu, taburan kecambah, bawang goreng, taburan daun bawang telah jadi kekhasan tersendiri Soto Sangka. Metode memasak pun tradisional, kuah direbus dalam tungku dengan kayu bakar dari pelepah daun kepala. Sedang mangkuk yang dipakai berukuran mini, sehingga tak jarang membuat pelanggan untuk kenyangkan perut mesti melahap dua porsi soto.

Tak menyangka ada soto sehat dan enak bernama soto Sangka di Banyumas. Kenapa dibilang soto sehat? Karena soto Sangka tidak memakai MSG atau vetsin. Bumbunya berupa bumbu rempah seperti pala, mrica, kunyit, jahe dan bumbu lainya. Sama sekali tidak ada bumbu kimia. Ayamnya pun pakai ayam kampung. Peraiannya pun tidak memakai kompor gas atau kompor minyak. Dari dulu hingga sekarang menggunakan tungku api dengan bahan bakar kayu. “Dengan pakai kayu aroma soto tetap sari. Pernah melayani pesanan soto untuk orang khajatan pakai kompor gas, rasanya beda”, kata Basuki generasi ketiga yang kini mengelola soto Sangka, banyumas, Jawa tengah, Rabu, (4/4/18).

Selain nopia dan soto sokaraja, Banyumas juga memiliki kuliner lainnya yang tak kalah nikmat. Soto Sangka namanya. Makanan satu ini sangat terkenal, karena menjadi salah satu kuliner legenda di Banyumas. Penasaran?

Soto Sangka berada di Jalan Karangsawah, Kedunguter, Banyumas, Jawa Tengah. Keberadaannya sudah ada sejak 1925, yaitu ketika Belanda masih berkuasa di Indonesia. Siapa sangka, pemilik soto ini, yang disebut Mbah Sangka sudah ada dan masih tetap bertahan hingga saat ini. Kini, diteruskan oleh generasi ke tiga bernama Basuki.

Komposisi dari soto tersebut, yaitu terdiri dari ketupat, kecambah (tauge), daging ayam kampung, kacang tanah goreng, kerupuk, kecap dan bumbu-bumbu rempah yang begitu lengkap. Soto Sangka disajikan dalam mangkuk kecil, biasanya para pembeli memesannya dua hingga tiga mangkuk sekaligus. Meskipun disajikan dalam mangkuk kecil, rasanya sangat nikmat.

Soto Sangkar diracik dengan rempah alami, tanpa perasa buatan seperti MSG atau vetsin. Selain itu, soto ini dimasak di atas tungku api yang masih menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya. Sehingga, aromanya lebih khas dan lezat.

Meskipun kuliner Banyumas ini sudah melegenda, namun kedai Soto Sangka tidak semewah yang Sahabat Sporto bayangkan. Tempatnya berada di sebuah warung biasa, berukuran 4×6 meter. Di dalamnya, disediakan tiga meja dengan 15 kursi plastik. Pemilik soto sengaja menjaga keasliannya, supaya para pelanggan tetap merasakan kenikmatannya.

Previous articleJelang Sidang Putusan Cerai, Pihak Ahok Harap Majelis Hakim Kabulkan Gugatan
Next articlePemerintah Harus Adil dengan Pajak E-Commerce dan Luring