Tak Lagi Dinilai, SPBE Banjar hanya Dipantau

Kepala DKISP Banjar HM Aidil Basith menyampaikan perkembangan SPBE Kabupaten Banjar di Aula Cakrawala DKISP, Selasa (6/12/2022) //Foto: Muhammad Amin

ADVERTORIAL

Kabupaten Banjar, PONTAS.ID – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar melalui Bidang Penyelenggaraan E-Government kembali menggelar Rapat koordinasi (Rakor). Pembahasannya soal Tata Kelola dan Ekosistem Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), di Aula Cakrawala DKISP, Selasa (6/12/2022).

Rakor dibuka Kepala DKISP Aidil Basith didampingi Kabid Penyelenggaraan E-Government Cornelius Kristiyanto dan dihadiri para kabid, kasi serta stake holder terkait.

Aidil Basith menyampaikan, hasil kerja SPBE di Kabupaten Banjar sejauh ini mencapai angka optimal dan tidak lagi dinilai oleh pusat.

“Alhamdulillah kami sudah mencapai nilai aman di atas 2,6. Kabupaten Banjar tidak dinilai lagi tetapi tetap di monitor. Meskipun begitu kita harus tetap mempertahankan dan berharap lebih meningkat,” ucapnya.

Basith juga sampaikan terima kasihnya kepada SKPD terkait, selama ini telah konsekuen memberi dukungan sehingga SPBE di Kabupaten Banjar berkualitas.

Dihadapan peserta rakor, Basith mengajak pemangku kepentingan terkait untuk memetakan kebutuhan pelatihan atau pengembangan SDM talenta digital yang dibutuhkan SKPD baik ASN, non ASN, UMKM dan masyarakat umum. Kominfo Kota Banjarmasin ujarnya bakal memfasiltasi seribu orang dengan menghadirkan narasumber dan materi pelatihan.

“Pelatihan dimaksud dalam rangka perencanaan program Digital Talent Scholarship (DTS) 2023 dalam mendukung Gerakan Smart City di Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Sementara Kabid Penyelenggara E-Government DKISP Banjar Cornelius Kristiyanto menyebut rakor tersebut membahas tentang rencana aksi inventarisasi inovasi tematik Smart City dan pemetaan pelatihan SDM Bidang Komunikasi dan Informatika.

Kris berharap adanya rakor tersebut bisa memberikan masukan dan informasi sebagai bahan pertimbangan untuk penyusunan indikator output LPPD serta sebagai bahan evaluasi Gerakan Smart City Kabupaten Banjar.

Penulis: Muhammad Amin
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articlePengesahan RAPBD Indramayu Gagal, Ketua DPRD: Bakal kena Sanksi!
Next articlePernah Jabat Presiden Parlemen OKI, HNW: Indonesia Membuat Sejarah