Terapkan SPBE, Pemkot:Bandung Kebut Sinkronisasi 300-an Aplikasi

Kantor Walikota Bandung, Jawa Barat //Foto: PONTAS.id
Kantor Walikota Bandung, Jawa Barat //Foto: PONTAS.id

Bandung, PONTAS.ID – Percepatan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi berkah tersendiri bagi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Kota Bandung. Sebab, sejak tahun 2014, Ibukota Jawa Barat ini telah memulai menerapkan Smart City (Kota Cerdas) untuk memudahkan pelayanan.

“Sistem pelayanan Kota Cerdas yang sejak tahun 2014 telah dikerjakan oleh Pemkot Bandung hanya tinggal sinkronisasi saja dengan SPBE yang diluncurkan pak Jokowi,” kata Koordinator Evaluasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Kominfo (Diskominfo) Kota Bandung, Ganjar Setya saat ditemui PONTAS.id, di kantornya, Rabu (19/6/2024).

Ganjar menambahkan, tantangan yang dihadapi pihaknya saat ini, adalah untuk mengintegrasikan sekitar 300 lebih aplikasi yang juga telah ada di unit kerja lain di lingkungan Pemkot Bandung.

Ratusan aplikasi yang telah ada itu kata dia, telah dibuat dan digunakan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Bandung, “Sebelumnya, sudah ada di masing-masing OPD, nah ini yang menjadi tantangan Diskominfo untuk mengintegrasikan agar data-datanya dapat disinkronisasi dengan SPBE yang telah diluncurkan Presiden,” imbuhnya.

Ganjar juga mengungkapkan, posisi Kota Bandung dengan jumlah penduduk yang sebagian besar Gen Z dengan jumlah pengguna gawai, sosial media, serta internet yang sangat tinggi, “Ini menyebabkan Kota Bandung sangat adaptif terhadap perkembangan teknologi yang sangat cepat, khususnya teknologi informasi dan komunikasi.

Ia menambahkan, untuk mendorong potensi tersebut, Pemkot Bandung mendorong peningkatan pertumbuhan digitalisasi di masyarakat dengan memfasilitasi wifi gratis, pembangunan co-working space dan berbagai program lainnya.

“Sehingga, tujuan smart city yaitu kemudahan dalam memberikan pelayanan yang transparan dan meningkatkan inovasi-inovasi baru di masyarakat dapat tercapai, khususnya agar kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik,” ujar Ganjar.

INA Digital
Sebagai informasi, PresidenJokowi meluncurkan GovTech Indonesia bernama INA Digital pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Summit di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/05/2024) lalu.

INA Digital, bagian dari PERURI, adalah penyelenggara keterpaduan ekosistem layanan digital pemerintah Indonesia. INA Digital diresmikan Presiden RI pada 27 Mei 2024, sesuai amanat Pemerintah kepada PERURI sebagai GovTech Indonesia.

Hal ini tertuang pada Perpres No. 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional. INA Digital berperan menjadi akselerator transformasi layanan digital pemerintah, mewujudkan layanan publik yang lebih berkualitas, terpercaya, dan efisien.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Fajar Virgyawan Cahya

Previous articlePerkuat Wawasan, PWI Jaya Gelar OKK Angkatan ke-15
Next articleBamsoet Tegaskan Perlunya Hubungan Industrial Sesuai Nilai-nilai Pancasila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here