Pernah Jabat Presiden Parlemen OKI, HNW: Indonesia Membuat Sejarah

Jakarta, PONTAS.ID – Kembali Pimpinan MPR menggelar diskusi untuk operasionalkan Forum MPR sedunia diawali dengan kebersamaan dengan forum-forum di Persatuan Parlemen OKI. Itu juga sebagai pelaksanaan ketentuan dalam Pembukaan UUD 45, untuk ikut aktif mewujudkan salah satu cita-cita kemerdekaan Indonesia.

“Cita-cita kemerdekaan Indonesia, itu akan lebih mudah diaplikasikan jika para tokoh bangsa Indonesia makin aktif dalam organisasi tingkat dunia,” kata Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat menjadi Pembicara Kunci pada Focus Group Discussion (FGD), kerjasama MPR RI dengan Center for Indonesian Reform.

“Saat saya diamanahkan menjadi Ketua BKSAP DPRRI (Badan Kerjasama Antar Parlemen), saya memimpin pemenangan Parlemen (DPR) RI, mengalahkan parlemen Iran, untuk terpilih sebagai presiden parlemen OKI, tahun 2011-2012,” paparnya.

Ini kata dia sejarah baru, melalui DPR ternyata Indonesia bisa menjadi presiden parlemen OKI. “Semoga saja, ini bisa menjadi inspirasi bagi kita dalam memaknai lahirnya Forum Parlemen yang baru yaitu Forum Majelis Syura OKI, sebagai peran Indonesia,” paparnya.

Tema yang dibahas dalam kegiatan, kali ini adalah, Tindak Lanjut Dan Operasionalisasi Pembentukan Forum Majelis Syura dan MPR Se Dunia di Ruang GBHN, Gedung Nusantara V Komplek MPR DPR RI, Selasa (6/12/2022).

Menindak lanjuti Deklarasi Bandung sebagai hasil Forum Mejelis Syura dunia, yang digelar pada 24-26 Oktober 2022, Hidayat berharap mendapat masukan dari berbagai kalangan untuk melaksanakan point 5 dari Deklarasi Bandung yaitu menyiapkan visi misi, tata tertib, aturan hingga keanggotaan forum MPR dunia, sebelum melakukan pertemuan dengan para pendiri forum MPR dunia beserta Sekretariat Jendral parlemen negara-negara anggota OKI.

“Agar diplomasi parlemen bisa dikuatkan dengan hadirnya Forum ini, untuk ikut dalam menghadirkan ketertiban dunia, kemerdekaan Palestina dg ibukotanya Jerusalem (Timur), masalah peran Perempuan, generasi muda, SDA, keadilan dan berbagai hal lain yang disepakati. Agar forum ini juga bisa menjadi awal menuju terbentuknya forum yang lebih luas dan terbuka pada tingkat mendunia”pungkas Hidayat.

Sebelumnya Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Mardani Ali Sera menyampaikan tiga pemikiran yang berpeluang menjadi pemantik kerjasama sekaligus perekat Forum MPR Dunia. Ketiga pemikran itu adalah, kerjasama dan jaringan ilmuan serta ulama. Kolaborasi inovasi dan research. Serta Kerjasama UMKM, khususnya zakat

“Semua umat Islam suka berzakat. Kalau Parlemen bisa berperan untuk adanya kesatuan kerjasama zakat dunia khususnya antar lembaga zakat sedunia, ini bisa menjadi modal dasar yang sangat besar membangun kekuatan ekonomi umat, untuk hadirkan Islam yang rahmatan lil alamin”kata Mardani menambahkan.

Ikut hadir pada acara tersebut Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dr. H. Mardani Ali Sera, M.Eng.

Tiga pemakalah turut menyampaikan pemikirannya, membahas tema FGD. Ketiganya adalah, Idris Hemay, MSc. (Direktur CSRC UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), Prof. Dr. Sudarnoto (Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri) serta Dr. Asep I (Ketua Program Magister Ilmu Politik UMJ).

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleTak Lagi Dinilai, SPBE Banjar hanya Dipantau
Next articleDPR Minta KPU Jalankan Putusan MK