Gairahkan Ekonomi Lokal, Disnaker Kendal Gelar Program Padat Karya

Kendal, PONTAS.ID – Pemkab Kendal melalui Dinas Tenaga Kerja melakukan kegiatan Padat Karya TA 2021 di Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah Kamis (21/10/2021).

Hal itu dilakukan atas wujud kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat akibat dampak dari Pandemi covid-19 terkait lapangan pekerjaan.

“Kegiatan Padat Karya menggunakan APBD sebagai dana perangsang sebesar Rp. 83.160.000, sementara pengerjaan berlangsung selama 14 hari mulai tanggal 21 oktober hingga 3 november,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja M. Sukron Samsul Hadi

Menurutnya, dana perangsang itu diberikan kepada 66 pekerja yang terlibat dan terbagi menjadi 3 kelompok, rinciannya setiap orang mendapatkan Rp 90.000.

Pada kesempatan itu, Bupati Kendal Dico M. Ganinduto memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan Padat Karya yang berlangsung di Desa Jungsemi, lantaran melibatkan warga setempat.

“Kegiatan ini sungguh baik mengingat musim pandemi ini tentunya dampak ekonomi dan lapangan pekerjaan sangat berimbas besar, dengan adanya program ini dari Disnaker saya harap selain memberikan dampak Infrastruktur juga bisa menggerakan roda perekonomian warga,” ungkap Dico Ganinduto.

Senada, Kepala Desa Jungsemi Dasuki mengucapkan rasa syukur kepada Pemerintah Kabupaten Kendal sehingga jalur menuju makam Kemangi dapat dilakukan perbaikan.

“Kurang lebih sepanjang 150 meter dengan lebar 3 meter akan segera dibangun dengan anggaran perubahan APBD, dengan begitu jalan akan lebih baik untuk menuju makam yang juga merupakan wisata religi di Kemangi,” ujar Dasuki.

Selain itu, dalam meningkatkan lapangan pekerjaan, Bupati telah melakukan kerja sama dengan Universitas Diponegoro untuk membuat Website yang akan mendata warga Kendal kemudian tersingkron dengan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Kendal.

Website tersebut diharapkan mampu menampung semua informasi lowongan pekerjaan yang berada di Kabupaten Kendal dan informasi yang diberikan bisa sampai hingga seluruh Desa.

 

Penulis: Prawoto

Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleDorong Pembangunan Daerah, ATR/BPN: Rencana Tata Ruang Jadi Pegangannya
Next articleEmpat Pilar Adalah Modal Pokok Bagi Setiap WNI