Sukseskan Gerakan Cinta Zakat, Baznas Kendal Terima Partisipan dari Ribuan ASN

Kendal, PONTAS.ID – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan Gerakan Cinta Zakat, Infaq dan Shodaqoh yang dilakukan secara Virtual dan diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.

Hal itu dilakukan atas tindak lanjut Gerakan Cinta Zakat yang diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 15 April lalu.

“Gerakan Cinta zakat ini tentu memberikan banyak manfaat, kita bisa membantu warga yang mungkin belum tercatat di Dinas Sosial. permsalahannya mungkin banyak yang belum tahu cara berzakat melalui baznas, disinilah saya harap semua sudah mengetahui sekaligus saya ajak untuk ikut berzakat di Baznas,” Ujar Gubernur Jawa Tengah.

Usai acara launching Gerakan Cinta Zakat, dilanjut dengan Zakat yang dilakukan oleh setiap Pimpinan Daerah di masing-masing Kabupaten/Kota.

Sementara itu, di Kabupaten Kendal, zakat diawali oleh Bupati Dico M. Ganinduto, kemudian Wakil Bupati H. Windu Suko Basuki, S.H dan dilanjut oleh Forkopimda lain kemudian para OPD.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kendal Moh Toha menyampaikan ajakan kepada seluruh peserta yang hadir untuk berzakat melalui Baznas, bahkan pihaknya juga menyarankan jika zakat tidak hanya terhitung dari penghasilan gaji yang melekat.

“Mari kita sukseskan gerakan cinta zakat ini, karena memiliki banyak manfaat yang tinggi khususnya membantu saudara kita, 2,5 persen sebenarnya tidak hanya berasal dari gaji kita yang melekat namun bisa juga dari bisnis ataupun TPP yang kita dapat,” jelas Sekda Kendal di Pendopo Temenggung Bahurekso Kabupaten Kendal Jawa Tengah Kamis (6/5/2021).

Ketua Baznas Kendal KH. Ubaidillah menyebut jika Aparatur Sipil Negara (ASN) Kendal yang telah berzakat kurang lebih 6500 dari jumlah 7400. “Setidaknya terdapat 87 persen partisipan yang berzakat melalui Baznas Kendal,” pungkasnya

Penulis: Prawoto
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articlePandemi Covid-19 Momentum Optimalisasi Pengumpulan dan Pendistribusian Zakat
Next articleUngkap Kejahatan Bidang Kelautan, KKP Gandeng Jaringan Interpol