Sergai, PONTAS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai siap mendukung rencana pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), yakni membangun desa menata kota.
Hal ini disampaikan oleh Kadis Kominfo Sergai, Akmal, mengutip keterangan Wabup Sergai, Adlin Umar Yusri Tambunan, ketika menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provsu tahun 2022, Jumat (9/4/2021).
Musrenbang Provsu digelar di Santika Dyandra Hotel Medan, Kamis (8/4/2021) lalu dipimpin Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi.
Wabup Sergai, Adlin Tambunan, menjelaskan, jika Pemkab Sergai juga akan mengikuti langkah dan rencana pembangunan sesuai dengan visi misi Pemprovsu.
“Selain mendukung Musrenbang, saya berharap, pembangunan yang dilakukan di Sumatera Utara dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Adlin melanjutkan, apa yang tercantum dalam visi misi Pemprovsu, tentunya telah sesuai dengan yang diinginkan oleh Bupati dan Wabup Sergai, yaitu menjadikan Kabupaten Sergai Tanah Bertuah Negeri Beradat, yang Maju Terus Mandiri, Sejahtera dan Religius.
“Kita mendukung Musrenbang Pemprovsu karena kita juga membutuhkan perubahan, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi kerakyatan dan pariwisata demi menekan angka kesenjangan sosial menjadi cita-cita bersama. Kemandirian dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas dalam rencana pembangunan di Sergai,” tutupnya.
Gubsu, Edy Rahmayadi, pada kesempatan itu mengungkapkan, situasi pandemi Covid-19 kini melanda hampir di seluruh dunia berdampak pada perekonomian.
Tahun ini, kata Gubsu, pihaknya hanya bisa menggunakan dana Rp 3,4 triliun dari 13,4 triliun untuk pembangunan. Pendapatan itu turun dibandingkan tahun 2019-2020 karena pandemi yang terjadi.
“Ke depan, kita harus melakukan perencanaan yang matang. Membangun desa menata kota itu menjadi visi misi kita bersama demi Sumut bermartabat,” sebut Edy.
“Ada 34 kabupaten/kota di Sumut memiliki potensi berbeda yang harus dikembangkan di daerahnya. Baik di bidang ketahanan pangan, pariwisata, UMKM serta lainnya. Pencegahan stunting juga harus menjadi perhatian Bupati/Wali Kota se-Sumut, sebab ini menjadi salah satu tolak ukur dalam pembangunan daerah,” sambungnya.
Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Ekonomi dan pembangunan, Hamdani, mengatakan, sasaran pembangunan daerah tahun 2022 adalah mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan kesejahteraan.
“Rencana pembangunan daerah Sumut dapat mengakomodir tujuan itu dengan fokus pada pengembangan wisata Danau Toba dan sekitarnya. Tantangannya adalah pengurangan pendapatan setelah pandemi yang mempengaruhi target sasaran rencana kerja itu sendiri,” ungkap Hamdani.
Hamdani melanjutkan, Pemprov harus memiliki rencana agar belanja modal ditingkatkan dan menekan porsi belanja pegawai. Salah satunya, dengan pembatasan pendanaan daerah dan mendukung pendanaan nasional.
“Lakukan pinjaman dana bank serta jalin kerja sama dengan pihak ketig, dan kerjasama antar daerah. Hal itu juga berlaku bagi Bupati dan Wali Kota,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa ,secara virtual memaparkan, kita harus siap keluar dari pandemi Covid yang tengah melanda. Ini sebuah tantangan mengembalikan target pertumbuhan yang kita rencanakan sebelum pandemi hadir.
“Indonesia harus mampu melakukan transformasi ekonomi dengan melepas ketergangungan sumber daya alam yang selama ini jadi penopang ekonomi. Salah satunya, memajukan ekonomi wisatanya demi keluar dari keterpurukan ekonomi yang ada,” jelasnya.
Hadir dalam acara tersebut, yakni seluruh Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Sumut, serta para stakeholder terkait.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Riana




























