Bos TransJakarta Mundur, Pemegang Saham Tunjuk Mohamad Indrayana

Bis TransJakarta, salah satu layanan publik transportasi di Jakarta //Foto: Humas Pemprov DKI Jakarta

Jakarta, PONTAS.ID – Pemegang Saham PT Transjakarta melalui Keputusan Para Pemegang Saham di Luar RUPS yang ditandatangani pada Selasa, 14 Maret 2023 menyetujui pengunduran diri Direktur Utama M. Kuncoro Wibowo dan Direktur Saidu Solihin.

Mohamad Indrayana yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik dan Digital, ditunjuk menjadi Plt. Direktur Utama sampai dengan diangkatnya Pejabat Direktur Utama definitif.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta, Fitria Rahadiani, dalam keterangannya yang dikutip PONTAS.id, Rabu (15/3/2023).

“Diharapkan penunjukan Plt Direktur Utama dapat menjaga keberlangsungan layanan yang diberikan PT Transportasi Jakarta kepada masyarakat sampai diangkatnya pejabat Direktur Utama definitif,” ujar Fitria.

Sebagai informasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Kuncoro berpergian keluar negeri selama enam bulan dengan melayangkan permintaan ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Sementara itu, KPK hingga Rabu (15/3/2023) belum memberikan keterangan resmi terkait pencegahan Kuncoro.

Korupsi Bansos
Dari berbagai informasi yang dihimpun PONTAS.id, Kuncoro telah ditetapkan sebagai tersangka saat menjabat Direktur Utama Bhanda Ghara Reksa (BGR) Logistic dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial beras di Kementerian Sosial (Kemensos).

M Kuncoro Wibowo, mundur dari jabatan yang diembannya sejak 11 Januari 2023 lalu. Kuncoro menjabat pasca Plt. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memimpin Ibu Kota.

“Benar mengundurkan diri dari Dirut TJ per hari ini,” kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT TransJakarta, Apriastini Bakti Bugiansri kepada wartawan, Senin lalu.

Sebelumnya Ismail selaku Ketua Komisi B Bidang Perekonomian DPRD DKI Jakarta berjanji akan memanggil  BP BUMD DKI Jakarta untuk meminta penjelasan terkait mundurnya M Kuncoro Wibowo dari kursi Direktur Utama.

“Ya paling tidak kami panggil BP BUMD untuk mempertanyakan kenapa alasannya ini, karena kami juga enggak tahu alasan konkretnya,” kata Ismail dalam keterangannya, Selasa (14/3/2023).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyatakan bahwa pemanggilan itu bertujuan untuk mengungkapkan alasan terkait pengunduran diri Kuncoro. Sehingga, hasilnya bakal dijadikan acuan untuk seleksi petinggi jajaran direksi BUMD DKI itu.

“Dari situ kan harus diungkap masalahnya itu apa, sehingga ini akan menjadi acuan ketika kita nanti ada seleksi calon penggantinya, kami minta orang yang memang bisa menangani ini,” ungkap Ismail.

Seleksi Tertutup
Ismail menambahkan, selama ini proses seleksi jajaran direksi BUMD DKI tidak terbuka untuk anggota dewan.

Peristiwa ini, ujar dia juga menjadi catatan dan masukan penting bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI supaya ke depan dapat melibatkan anggota dewan dalam pengambilan keputusan.

“Sehingga nanti bisa memberikan masukan atau pandangan terhadap calon. Paling tidak memberikan masukan terhadap kualifikasi,” ujarnya.

Dia menerangkan bahwa selama ini BP BUMD DKI Jakarta bakal melapor ke Komisi B apabila ada pergantian direksi atau pejabat yang mengundurkan diri. Namun, Ismail mengakui bahwa laporan selama ini memang dilaporkan secara normatif.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleKasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Polisi Bidik BPOM
Next articlePolres Indramayu Jaring 11 Pengedar dan Kurir Narkoba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here