Sergai, PONTAS.ID – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya membuka kegiatan Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) bertempat di TK Sehati, Desa Kwala Bali, Kecamatan Serbajadi, Senin (5/12/2022).
Dalam kesempatan itu Bupati Sergai menyampaikan, bahwa Indonesia merupakan negara maritim terdiri lebih dari 17 ribu pulau, dan inilah yang menjadikan sepertiga wilayah Indonesia adalah wilayah perairan.
Kondisi geografis ini, kata Bupati, tentu menjadikan indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah.
“Besarnya potensi perikanan, tidak sebanding dengan rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia, dibandingkan negara lain, tingkat konsumsi ikan Indonesia pada tahun lalu, baru mencapai 55,37 kg per kapita.Tahun 2022 ini, pemerintah Indonesia menargetkan konsumsi ikan menjadi 58 kg per kapita per tahun, target ini masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan tingkat konsumsi ikan per kapita di negara-negara dengan industri maritim yang maju,” ujarnya.
Sebut saja Jepang, lanjutnya, yang mencapai 100 kg per kapita/tahun, Singapura 90 kg per kapita, Malaysia 80 kg per kapita, dan Norwegia 75 kg perkapita.
Bupati Darma Wijaya juga mengungkapkan, kalau di Kabupaten Sergai tingkat konsumsi ikan daerah pada tahun 2021 yaitu 49 kg per kapita dan pada tahun 2022 ini, Pemkab Sergai menargetkan tingkat konsumsi ikan masyarakat per kapita menjadi 50 kg/ tahun.
Ia mengakui, target ini memang masih di bawah target nasional, namun menunjukkan tren yang terus meningkat, yang dilihat dari realisasi konsumsi ikan perkapita Sergai pada tahun 2017, yang masih 42 kg, dan tahun 2020, yakni 48 kg.
“Sebagai perbandingan, target konsumsi ikan Sergai ini masih di bawah tingkat konsumsi ikan perkapita di Provinsi Maluku yang mencapai 54 kg per tahun, namun di atas tingkat konsumsi ikan di Yogyakarta yang hanya 30 kg per tahun dan Bali yang cuma 25 kg/tahun,” tambah Bupati.
Untuk mencapai target ini, lanjut Bupati
pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi perikanan, dengan memaksimalkan potensi di sektor perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan pengolahan hasil perikanan.
Peningkatan produksi perikanan dari ketiga sektor tersebut, sebutnya, terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Bahkan peningkatan produksi ini khususnya produksi ikan air tawar dan air laut telah memenuhi permintaan pasar terhadap ikan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan luar provinsi yang menjadikan Sergai sebagai salah satu lumbung ikan di Sumut.
“Namun seiring dengan peningkatan tersebut, diharapkan agar animo masyarakat dalam mengkonsumsi ikan juga harus meningkat. Hal ini yang terkadang luput dari perhatian pemerintah,” keluhnya.
Padahal sebagai sumber pangan, ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik. Kandungan protein, asam lemak omega 3, dan omega 6 yang sangat bermanfaat bagi kesehatan anak serta ibu hamil dan menyusui.
Bagi anak, kata dia, gizi pada ikan akan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan perkembangan otak. Juga pada ibu hamil dan menyusui di mana ikan yang dikonsumsi akan berpengaruh secara langsung bagi kesehatan ibu dan janin juga pembentukan otak bagi janin.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sergai Ny. Rosmaida Saragih pada kesempatan itu mengajak anak-anak yang hadir pada acara Gemarikan untuk senang makan ikan. Apalagi nantinya ada banyak ragam menu olahan ikan yang akan bersama-sama disantap, mulai dari baso ikan, nugget ikan, pempek ikan, dan otak-otak ikan.
“Saya juga mengajak kepada orang tua dari murid-murid yang hadir untuk menumbuhkan budaya makan ikan. Kalau anak-anak susah makan ikan, bisa dibuat kreasi ragam olahan ikan. Misalnya anak-anak suka baso bakar, kita juga bisa membuat kreasi baso bakar dengan bahan baku ikan,” pesannya.
Turut hadir, Kadis Kanla,Claudia Evinta Siregar Kadis Perindag Roy CS Pane, Kadis Sosial Arianto, dan Camat Serbajadi Syafruddin.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Fajar Virgyawan Cahya



























