Aspal Hotmix Baru Diresmikan, Pinggirannya Hancur Dilindas Truk Berbobot Besar.

SERGAI, PONTAS.ID – Warga yang berdomisili di Desa Sei Parit kecamatan Seirampah – Sergai, pada awal menyambut hangat dan gembira karena jalan di desa mereka selama lebih sepuluh tahun ini, kondisi nya hancur alias rusak berat.

Tetapi, atas inisiatif Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati (Wabup) Adlin Tambunan, awal tahun 2022 yang lalu, jalan desa di desa Sei Parit sekitar 5 (lima) kilometer di aspal memakai Hotmix. “Ini mungkin hadiah dari pak Bupati dan Wabup Sergai kepada desa kami, sebab pada pilkada yang lalu hampir 90% warga desa kami memilih pasangan nomor 1,” ucapan ini dilontarkan oleh seorang Tokoh masyarakat di desa Sei Parit, yang enggan namanya ditulis saat bertemu dengan awak media ini disalah satu warung kopi, di dekat kantor Kepala Desa Sei Parit, Selasa (1/11/2022).

“Setelah jalan Hotmix itu selesai dibangun, jarak desa kami ke kota Seirampah, kami rasa cukup dekat. Kalau pun jalannya masih hancur dan berlubang – lubang,itu di wilayah desa Pematang Ganjang,” ungkapnya

Namun, apa yang diperjuangkan warga desa selama kurun waktu puluhan tahun ini, ternyata tidak dilakukan oleh pihak perkebunan dan pengusaha yang seenaknya melintas di jalan desa. Truk berbobot besar bermuatan sawit dan lainnya, melihat jalan ini sudah mulus langsung tancap gas melewati ruas jalan desa ini.

“Para sopir truk tak mau tahu, apalagi pihak desa tidak ada memasang Portal di mana seharusnya jalan desa ini Kelas III, paling bisa dilewati truk bermuatan 8 ton saja. Kalau yang melintas lebih dari 25 ton, bagaimana jalan ini tak cepat rusak ?,” papar tokoh masyarakat yang mengaku berusia 54 tahun ini.

Dia juga menjelaskan, kalau lebar aspal Hotmix itu diperkirakan cuma 4 – 5 meter saja, pinggiran badan jalan juga belum di lening atau memakai TPT ( Tembok Penahan Tanah),dan status jalan juga masih jalan desa bukan jalan kabupaten.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kadis PUPR (Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat) Sergai, Johan Sinaga melalui selular, Senin (31/10/2022) malam, pihaknya membenarkan penyebab jalan rusak akibat dari truk bermuatan besar.

“Bagaimana nggak rusak, truk yang melintas diruas jalan tersebut melebihi kapasitas tonase. Sementara,kalaupun sudah di Hotmix tapi standardnya jalan desa dan bukan jalan provinsi. Selain jalannya sempit, pihak pemerintah desa juga tidak mau memasang Portal,agar jalan yang baru dibangun dengan dana milyaran tersebut dapat berumur panjang. Ini bisa kita buktikan kalau kenderaan yang melintas,over tonase karena kita punya dokumentasinya”, papar Johan.

Selanjutnya Johan menambahkan, saat ini perbaikan jalan sedang berjalan dan pekerjaan tersebut tidak langsung siap, karena butuh proses agar jalan yang diperbaiki mendapat kepadatan yang cukup dan matang, kemudian baru dihampar dengan material base klas A dan di hotmix kembali.

“Ada sekitar 5 Kilometer ruas jalan yang dibangun sebelumnya, dan yang rusak hanya ada beberapa titik akibat sering dilintasi truk yang melebihi tonase, saat ini sedang dalam perbaikan,” tandas Johan Sinaga.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di PUPR Sergai, Erwinsyah Deny saat dikonfirmasi hari yang sama menambahkan, pekerjaan tersebut sedang diperbaiki. Bahkan Jalan yang rusak langsung dibongkar sampai lapisan paling bawah.

“Saat ni sudah dilaksanakan pekerjaan sirtu dan dilakukan pemadatan dengan alat dan di lakukan pemadatan melalui open trafic beberapa hari. Setelah itu akan dilaksanakan pekerjaan lapisan agregat kelas A dan dilanjutkan dengan pekerjaan hotmix,” jelas Erwinsyah

Lanjut Erwinsyah, perlu diketahui sama-sama bahwa kerusakan jalan tersebut dikarenakan kendaraan yang lewat melampaui beban maksimum kelas jalan yaitu kelas III dengan kapasitas maksimal 8 ton. Sementara yang lewati sampai 30 ton.

“Kita lihatlah truk yang melintasi jalan ini, banyak truk yang melintasi yang melebihi tonase hampir 30 ton. Ia juga menegaskan bahwa perbaikan jalan tersebut pekerjaan sirtu dan bukan dihampar tanah yang seperti diberitakan sebelumnya,” sebut Erwinsyah.

Menurutnya, saat ini Dinas PUPR Serdang Bedagai sudah melakukan sosialisasi kepada pihak Perkebunan maupun pihak perusahaan, untuk mengurangi muatannya sesuai jalan Kabupaten yaitu kelas III dengan maksimum kapasitas 8 ton.

“Jika tidak maka jalan tersebut akan kita portal,sesuai Peraturan Bupati,” tegasnya.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleBupati Jawab Pemandangan Umum DPRD Asahan Tentang Ranperda APBD 2023
Next articleTelan Anggaran Miliaran, Gedung KPU Pasuruan Rampung Akhir November