Sebut Gagal, Gerindra Pecat Mohamad Taufik

Jakarta, PONTAS.ID – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memecat salah satu kadernya, Mohamad Taufik yang juga mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta 2019-2024). Pemecatan ini setelah melalui sidang yang digelar Majelis Kehormatan Partai (MKP) Gerindra.

“MKP sepakat untuk memutus saudara Taufik memecat sebagai kader Gerindra mulai keputusan itu disampaikan pada hari ini,” kata Wakil Ketua MKP Gerindra Wihadi Wiyanto, di kantor DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2022).

Wihadi juga menyoal Taufik yang dinilai gagal memenangkan Gerindra pada Pilpres 2019 di DKI serta selama menjabat tak kunjung mendirikan kantor DPD Gerindra di Ibu Kota.

“Salah satunya hingga saat ini, pada saat saudara Taufik jadi ketua DPD, kantor DPD tidak ada. Dan juga pada saat Pilpres DKI Jakarta, itu kalah, itu menjadi catatan juga,” katanya.

Taufik belakangan sempat dipanggil dan menjalani sidang di MKP pada 21 Februari lalu. Sempat menyatakan loyal, Taufik kata Wihadi justru kerap melakukan manuver lewat pernyataannya yang akan pindah partai.

Menurut Wihadi, Taufik dinilai melanggar komitmennya lewat hasil sidang pada 21 Februari yang tak akan mengulangi kesalahannya.

“Melihat itu dan melihat ketidakloyalan daripada sdr Taufik dan juga menyalahi apa yang sudah disampaikan pada 21 Februari dia mengatakan akan tetap dengan Gerindra, tapi pada kenyataannya dengan manuver dia mengatakan akan mundur,” katanya.

Pada 2 Juni 2022, Taufik sempat berbicara soal kemungkinan dirinya pindah partai. Taufik mengatakan Partai NasDem kemungkinan menjadi pilihannya.

“Insya Allah kali ya [pindah ke NasDem],” kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, ketika itu.

Taufik mengatakan salah satu alasan ia tertarik dengan Partai NasDem yaitu karena kesamaan ideologi dengan Partai Gerindra. Ia menuturkan kedua partai merupakan partai nasionalis.

Taufik juga mengungkapkan soal kenyamanan dalam berpartai. Menurut dia, salah satu alasan dia berniat keluar dari Gerindra karena masalah kenyamanan.

“Kita berpartai kan butuh kenyamanan. Kalau Anda enggak nyaman di dalam suatu rumah kan pilihannya cuma dua, diam saja atau keluar dari rumah,” ucapnya.

Penulis: Ahmad Rahmansyah
Editor Rahmat Mauliady

 

Previous articlePemerintah Harus Realistis Patok Target Pertumbuhan Ekonomi
Next articlePecat Mohamad Taufik, Gerindra: Tak Loyal