Kisruh Hasil Lab Debu Batu Bara, KSOP Marunda ‘Skak Mat’ Pemkot Jakut

Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Marunda, Capt Isa Amsyari membantah tudingan yang menyebutkan dirinya telah menghilangkan berkas labolatorium hasil pemeriksaan korban atas dampak debu batu bara di Rusun Marunda.

Pernyataan ini disampaikannya usai mendapat tuduhan dari Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Cilincing, Tien Septimar dan rekannya Didi Suwandi selaku Person in Charge (PIC) Rusun Marunda yang menyebutkan KSOP dan PT Karya Cipta Nusantara (KCN) telah menghilangkan berkas hasil uji lab atas dampak debu batu bara.

“Itu tidak benar, menerima berkas hasil uji lab saja saya tidak pernah apalagi menghilangkannnya,” kata Capt. Isa saat dihubungi PONTAS.id, Sabtu (5/2/2022).

Senada, Sekretaris Perusahaan dari KCN, Bella Mardiana juga merasa tidak pernah menerima hasil uji lab yang membuktikan para korban ini benar-benar terjangkit penyakit karena debu batu bara. “Saya tidak pernah menerima hasil uji lab tersebut,” katanya.

Sementara itu, tidak adanya hasil uji lab dari para korban terdampak debu batu bara juga dibenarkan oleh Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Marunda Ageng Darmintono.

“Warga Rusun Marunda yang dikabarkan terserang infeksi saluran pernapasan ataupun gatal-gatal dikarenakan dampak debu batu bara memang belum ada uji lab-nya,” kata Ageng saat ditemui PONTAS.id beberapa waktu lalu

Sejauh ini menurutnya, pihak pengelola rumah susun belum mengetahui hasil labolatorium yang menyebutkan bahwa korban tersebut memang disebabkan oleh dampak dari debu batu bara.

“Cilincing ini memang kawasan yang berdebu karena berdekatan dengan Pelabuhan. Bongkar muat batu bara yang dilakukan PT KCN tidak salah kok, karena sudah pada kawasannya. Sementara lokasi Rusun Marunda juga tidak bisa disalahkan,” ujar Ageng.

Di sisi lain, Ageng juga tak menampik kalau Rusun Marunda merasakan dampak batu bara. “Ya kalau debu nya memang ada. Kalau bicara debu, Cilincing ini kan termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), jadi ya banyak debu,” tambah Ageng.

Sebelumnya, Jumat (4/2/22) Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Cilincing, Tien Septimar menyatakan hasil lab korban terdampak debu batu bara sudah diserahkan ke KSOP Marunda dan PT KCN.

“Hasil labolatoriumnya sudah diserahkan ke Capt Isa. KCN juga mengakui kok,” kata Tien Septimar.

Pada kesempatan ini, Pengurus PIC Rusun Marunda, Didi Suwandi juga menuding bahwa KSOP Marunda telah menghilangkan berkas hasil uji lab para korban terdampak debu batu bara.

“Hasil lab sudah diserahkan ke Capten Isa. Berkas-berkasnya dihilangkan kali sama beliau,” tukasnya

Penulis: Suwarto
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleHadiahkan Timah Panas, Polisi Asahan Ringkus Pelaku Curat
Next articleJelang Dioperasikan, Lapas Kelas III Batulicin Bersih-bersih