Sergai, PONTAS.ID – Banjir yang melanda beberapa kecamatan di kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), tidak hanya merendam pemukiman rumah penduduk tetapi juga menghancurkan 2.850 hektar areal persawahan di tujuh kecamatan se-kabupaten Sergai.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadis Tanak) Sergai, Dedy Iskandar kepada PONTAS.ID saat dikonfirmasi melalui seluler, Minggu (14/11/2021) sore.
“Banjir yang melanda kabupaten Sergai sampai hari ini sudah 2 minggu, berdasarkan data yang kami himpun ada 8.250 hektar sawah yang rusak dan gagal panen,” ujarnya
Menurutnya, Ke tujuh kecamatan itu yakni, Kecamatan Seirampah, Tanjung Beringin,Teluk Mengkudu,Sei Bamban,Pantai Cermin, Bandar Khalifa dan Perbaungan. Khusus di Kecamatan Seirampah, ada 394 hektar yang gagal panen karena sawahnya terendam air ketika padi sudah ditanam.
“Untuk persawahan lainnya, kita nanti akan melihat jika air sudah surut benar untuk merubah pola tanam akibat banjir ini,” pungkas Dedy.
Sementara itu, Plt Camat Seirampah Rahmat Suhendra Damanik saat memantau kondisi Posko pengungsi banjir di desa Seirampah, Minggu (14/11/2021) siang mengatakan kondisi persawahan di kecamatan Seirampah saat ini masih digenangi air, diperkirakan mencapai hampir 400 hektar.
“Kita masih fokus kepada penanganan warga yang rumahnya masih digenangi air, dimana yang paling terdampak saat ini ada di desa Seirampah dan desa Cempedak Lobang. Perhatian khusus kita dengan aparat desa, Babinsa dan Polsek Firdaus dibantu personel dari Polres Sergai Terkait pendistribusian bahan makanan, obat-obatan kepada warga yang Poskonya jauh dari Posko induk, selain itu juga kita memastikan kondisi keamanan bagi rumah warga yang ditinggal mengungsi,” jelas Hendra
Kepala Desa Seirampah, Munajat yang setiap saat ada di Posko-posko pengungsi di desanya menambahkan kalau areal sawah yang digenangi air hingga saat ini di desanya tidak sampai dua puluhan hektar.
“Tetapi pemukiman warga yang paling parah terendam banjir, ya ada di desa kami, tercatat Dusun I, Dusun II, Dusun III dan VI sampai saat ini masih digenangi air mencapai 40 – 50 Cm,” jelas Munajat.
Sementara, Kepala Desa Pematang Ganjang, Sugiono mengatakan ada 320 hektar yang siap tanam dihantam banjir. Padahal mata pencaharian pokok warganya hanya bertani, ia menerangkan akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait biaya pengolahan sawah, bibit dan pupuk.
“Jelas para petani di desa kami gagal panen, inilah yang masih menjadi kendala bagi kami. Untuk itu kita akan melakukan kordinasi kepada pihak kecamatan dan pemerintah kabupaten demi mencari solusinya,” terang Sugiono.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Rahmat Mauliady




























