Lapas Kediri Gagalkan Penyelundupan Narkoba, Simpan di Dubur

Kediri, PONTAS.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kediri kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 3,86 gram dan Pil LL 1 butir serta Pil Psikotropika jenis ekstasi sebanyak 9 butir yang masuk melalui Warga Binaan Pemasyatakatan (WBP) pekerja asimilasi ladang pertanian luar Lapas, Sabtu (4/9/2021) kemarin.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas IIA Kediri Asih Widodo melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Aryo Galih Maduseno.

“Kejadian tersebut bermula atas informasi dari jajaran pengamanan yang bekerja sama dengan Seksi Kegiatan Kerja untuk saling mengawasi dua orang WBP, yakni P dan S. Yang pada saat itu melakukan pekerja pertanian Luar Lapas yang di duga akan menyelundupkan Narkoba ke dalam Lapas,” ungkap Galih, Senin (6/9/2021)

Selanjutnya, kata Galih, petugas melakukan pengintaian terhadap kedua orang WBP tersebut, yang diduga saling bekerjasama menyimpan barang narkoba.

“Menindak lanjuti laporan tersebut, KA. KPLP melaporkan tentang adanya informasi tersebut kepada Kalapas kemudian Kalapas memberikan instruksi untuk melakukan penggeledahan secara intensif kepada Warga binaan ketika memasuki/ kembali ke Lapas,” sambung Galih.

Galih memaparkan, jumlah warga binaan yang digeledah sebanyak 13 WBP sekaligus melakukan interogasi kepada Warga Binaan yang disinyalir membawa barang terlarang tersebut yaitu S dan P. “Setelah melakukan pengembangan informasi didapati keterlibatan satu orang WBP lagi atas nama R,” paparnya.

“Dari hasil interogasi, P mengakui bahwa barang tersebut disimpan di dalam kamar mandi area asimilasi luar Lapas. Yang kemudian petugas langsung melakukan pemeriksaan di kamar mandi area asimilasi pertanian luar Lapas,” papar Galih.

Kemudian WBP tersebut mengakui bahwa barang terlarang tersebut disimpan pada ‘Dubur’ nya. “Lalu dilakukan pengeluaran barang terlarang itu,” kata dia.

Galih menambahkan, sekitar pukul 17.30 WIB Ka KPLP melaporkan ke Satreskoba Polres Kediri.

“Setelah dilakukan pemeriksaan bersama anggota satreskoba polres kediri bungkusan ditemukan bungkusan berisikan kristal putih (narkotika) jenis sabu-sabu 1 paket (beserta plastik pembungkus) seberat 3,86 gram, Pil psikotropika warna putih sebanyak 9 butir dan Pil LL 1 butir,” tambahnya.

Sangat disayangkan, kata Galih, padahal kedua WBP tersebut kurang lebih kurang 15 hari akan habis masa tahananya setelah mendapatkan asimilasi.

Penulis: Misbachul Mounir
Editor: Ahmad Rahmansyah.

Previous articleUtang Pemerintah Meninggi, Legislator: Pemerintah Sembrono Kelola Anggaran
Next articleFasilitasi CASN 2021, Pemkot Kediri Adakan Vaksinasi dan Swab Antigen Gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here