Perangi Covid-19, Pemkot Jakut Minta FKDM Rapatkan Barisan

Jakarta, PONTAS.ID – Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim meminta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) merapatkan barisan dalam memerangi pandemi Covid-19 dan berperan aktif, baik terhadap upaya pencegahan maupun penanggulangan pandemi ini.

Selayaknya tugas pokok dan fungsi, setiap anggota FKDM harus mampu mendeteksi dini serta melaporkan data akurat terhadap perkembangan kasus Covid-19 setiap saat.

“Tadi kami adakan zoom meeting dengan anggota FKDM se-Jakarta Utara, FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), serta camat dan lurah terkait dengan antisipasi perkembangan kasus Covid-19. Kita rapatkan barisan,” tegas Ali saat ditemui di Ruang Bahari lantai 14, Kantor Walikota Administrasi Jakarta Utara, Jumat (16/7/2021).

Terdapat lima poin penting yang harus dijalankan setiap anggota FKDM Jakarta Utara dalam upaya memerangi pandemi Covid-19 ini.

Pertama, Ali menyerukan setiap anggota mempercepat deteksi dini dan mendata warga yang terkonfirmasi positif maupun yang saat ini tengah mengalami gejala seperti Covid-19. Dari data ini lah, segala upaya penyelamatan dapat dilakukan pemerintah.

Kedua, FKDM memastikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang tengah menjalani isolasi mandiri. Setiap anggota FKDM diminta melayani kebutuhan warga tersebut, baik kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan obat.

“Bagaimana caranya? Kolaborasi dengan Posko PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang ada disetiap kelurahan dan juga Satgas (Satuan Tugas) tingkat RW,” jelasnya.

Ketiga, diterangkannya setiap anggota FKDM terus berupaya menyampaikan pesan pencegahan Covid-19 dengan cara 5M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci Tangan, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas). Sampaikan upaya pencegahan ini kepada masyarakat dengan tegas dan humanis dan menghindari rasa tidak enak kepada pelanggar yang dikenalinya.

Poin keempat yakni lebarkan sayap kolaborasi pemangku kepentingan lainnya atau stakeholder. Tanpa kolaborasi, diterangkan Ali segala upaya memerangi Covid-19 tidak bisa berjalan maksimal.

“Poin yang terakhir yang saya sampaikan terkait vaksinasi. Vaksinasi ini tidak bisa ditawar dan harus sesegera mungkin dilakukan masyarakat. Minimal 70 persen warga Jakarta Utara divaksin,” tutupnya.

Penulis: Suwarto
Editor: Ahmad Rahmansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here