Dijanjikan Viral di Tiktok, Emak-emak di Sergai Malah Terjerat Hutang

Sergai, PONTAS.ID – Sebanyak 46 warga Desa Pekan Sialangbuah Kecamatan Teluk Mengkudu yang diantaranya perempuan, menggeruduk Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sergai, Selasa (13/7/2021).

Mereka berniat mengadukan AS (31) salahsatu warga yang tinggal di KM 18 Jln. Binjai – Kota Binjai atas tuntutan melakukan penipuan dengan dijanjikan “Viral di Tiktok”.

Modus Penipuan

Seorang warga Desa Sialangbuah, Erika Supiyani (42) yang mewakili rekan satu kampungnya di Mapolres Sergai menerangkan, si AS ini awalmulanya datang bersama istri nya R kerumah mertuanya di Dusun IV desa Pekan Sialangbuah pada tanggal (8/72021) lalu.

“Kami diundang oleh adik ipar si Andi datang ke rumahnya waktu itu untuk bermain Tiktok. Selain bawa Ponsel Android kami juga disuruh membawa KTP asli,” terang Erika.

Kemudian, sambungnya, kami di foto sembari memegang Ponsel dan KTP ditangan kanan dan gayanya diatur oleh Andi. “Dengan alasan terduga mau menukar point. Setelahnya kami diberikan uang sebanyak Rp 50 ribu perorang sebagai ganti uang capek,” katanya.

Namun, setelah 30 hari tiba-tiba melalui WhatsApp masing-masing kami mendapat tagihan dari dari salah satu perusahaan kredit online. “Menyatakan kalau kami per-orangnya berhutang sebanyak Rp. 515.000,- dan setiap harinya terus membengkak,” ungkap Erika.

“Tentu saja hal ini membuat kami kaget. Padahal, selain kami ini Ibu rumah tangga, mahasiswa, bahkan juga remaja merasa tak pernah mengajukan pinjaman online. Untuk itu kami sudah mengadukan hal ini ke kantor Desa dan disarankan untuk mengadu ke kantor Polsek Teluk Mengkudu,” ujarnya.

Oleh pihak Polsek, lanjut Erika, kami disuruh melapor ke Polres Sergai dan tadi oleh pihak Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sergai karena kami orangnya banyak, diminta untuk membuat Surat Kuasa kepada 3 orang korban secara resmi. “Pihak Polisi tidak menyarankan untuk berdiam diri, kami harus membuat Kuasa yang ditandatangani oleh korban diatas materai. Kemudian akan diproses,” imbuhnya.

Erika memaparkan, kami ini korbannya, sebanyak 46 orang. Tidak kemungkinan di Daerah lain juga sudah banyak, karena isunya target si AS ini ada 300 orang.

“Kalau orangtua si AS itu di Dusun 3 Desa Pekan Sialangbuah tinggalnya. Sampai hati kali menipu kami-kami ini orang sekampungnya, padahal dia itu lahir dan dibesarkan sekampung bersama kami,” seraya Segerombolan wanita.

Menanggapi hal tersebut, Pihak SPKT Polres Sergai Iptu Ferry Aryadi menjelaskan, kami meminta kepada korban untuk dikuasakan, supaya tidak terla lu banyak orang yang melaporkan.

“Iya kalau semuanya setuju, nanti ada yang tidak. Kalau sudah dikuasakan melalui surat bermaterai dan diketahui Kepala Desa, silahkan kemari untuk kami teruskan ke pimpinan,” tutup Ferry.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Ahmad Rahmansyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here