Blunder Tudingan Denny Indrayana, Politisi Kalsel Imbau Warga Tahan Diri

Banjarmasin, PONTAS.ID – Ketua Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Banjarmasin, Yuni Abdi Nur Sulaiman, mempersoalkan pernyataan Cagub Kalsel nomor urut 02, Denny Indrayana yang menyebut 70 persen warga Banjarmasin memilih pada Pilkada ataupun Pemilu karena uang.

Ketua Umum Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) ini, bahkan mengaku sangat tersinggung dengan pernyataan Denny Indrayana tersebut.

“Terus terang kita sebagai warga Banjarmasin sangat tersinggung dituding ikut memilih dalam pilkada atau pemilu karena uang. Kita sangat menyayangkan tuduhan Denny Indrayana. Apalagi kami sebagai warga Bakumpai di Banjarmasin sangat erat rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Kami tidak pernah mempermasalahkan uang,” ucap Yuni, di Banjarmasin, Jumat (7/5/2021).

Haji Yuni, sapaan akrabnya menghimbau masyarakat Banjarmasin agar tidak termakan pernyataan yang diduga berisi fitnah dan menganggapnya sebagai angin lalu.

“Saya mengimbau saudara-saudaraku jangan terpancing dengan tudingan dan tuduhan seperti itu. Saya mohon saudara-saudaraku sabar. Begitu juga saudara-saudaraku di wilayah PSU,” himbau dia.

Lebih lagi, sambung Haji Yuni, bagi masyarakat di wilayah PSU untuk beramai-ramai datang ke TPS ikut mencoblos demi membuktikan bahwa pernyataan Denny hanya fitnah. Juga membuktikan bahwa rakyat Banua menjunjung tinggi proses demokrasi.

“Mari kita buktikan bahwa tudingan Denny itu hanya fitnah dengan datang beramai-ramai ke TPS. Kita tunjukkan masyarakat Banjarmasin dan Kalsel  tak mata duitan. Juga kita tunjukkan jangan sampai kita memilih pemimpin yang suka asal tuding atau bikin fitnah,” ketus dia.

Terpisah, Sekretaris Umum DPW PSI Kalsel, Yogi Adhiatma menilai Denny Indrayana sebagai intelektual telah melakukan kecerobohan fatal.

“Kasus data invalid  74 persen warga Banjarmasin ikut memilih karena uang adalah kecerobohan fatal bagi seorang politisi seperti Denny Indrayana yang katanya intelektual. Sungguh benar-benar memprihatinkan,” keras Yogi, Jumat (7/5/2021).

Dipastikan dia, PSI sepakat soal tidak diperbolehkannya politik uang atau money politics.

“Kader PSI adalah kader-kader intelektual yang benar-benar dididik agar selalu menyampaikan hal-hal yang benar ke publik. Bukan sekedar membaca judul berita kemudian melemparkannya ke publik sehingga meresahkan masyarakat Banjarmasin,” sindir dia.

Sebabnya, Yogi menantang Denny untuk debat terbuka soal korupsi dan bagaimana membangun daerah tanpa korupsi.

“Saya tantang Denny Indrayana debat terbuka soal korupsi dan bagaimana idealnya suatu daerah tanpa korupsi. Saya tunggu jawaban Denny saat jelang PSU ataupun setelah PSU, sebagai paslon gagal atau sebagai gubernur terpilih,” tantang Yogi.

Dikatakan dia, PSI Kalsel tidak gentar berdebat melawan Denny yang elite Jakarta ataupun sebagai mantan guru besar atau profesor UGM.

“Jangan sebut kami kader BuzzerRp atau kader partai yang tidak bisa diajak berpikir konstruktif. Perlu diingat, tidak ada niat baik yang bisa dicapai dengan cara-cara buruk atau data-data invalid. Sebaliknya tidak ada niat buruk yang berubah menjadi baik, meski dilakukan dengan cara-cara kebaikan,” terang Yogi.

Menimpali, l anggota Fraksi PAN DPRD Kota Banjarmasin, Elly Rahmah mengaku tidak percaya dengan fitnah Denny Indrayana.

“Saya meragukan data 74 persen warga Banjarmasin memilih karena duit yang ditudingkan Denny merupakan hasil survei SMRC,” heran Elly.

Sebab kalangan menengah atas di Banjarmasin tidak lagi memilih karena duit, tapi lebih memilih karena profil dan jejak rekam paslon. Sementara kalangan millenial lebih selektif lagi dalam memilih pemimpin dan tidak lagi terpengaruh duit.

“Makanya saya betul-betul tidak setuju bila warga Banjarmasin disebut mata duitan,” tutup dia.

Penulis: M. Apriani
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here