Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menilai Pertemuan para Menlu se-ASEAN beberapa waktu lalu (dalam kaitan Myanmar) adalah langkah strategis dalam membuat ruang konsultasi dan dialog terkait isu Myanmar.
Pertemuan tersebut sangat penting dalam usaha meredakan krisis politik yang sedang terjadi di Myanmar, khususnya dari aspek kemanusiaan.
“Kita harapkan agar Indonesia bersama-sama ASEAN agar terus melakukan dialog dan komunikasi intensif dengan pihak Myanmar sesuai dengan norma-norma Piagam ASEAN, sehingga demokrasi dan hukum dapat kembali sebagaimana mestinya di Myanmar,” katanya dalam siaran pers, Jumat (12/3/2021).
Bekas Ketua Komisi III DPR itu merasa prihatin atas situasi di Myanmar, baik situasi politik maupun tindakan kekerasan yang terjadi terhadap masyarakat sipil, Semoga situasi di Myanmar segera pulih. Dirinya menghimbau semua pihak dapat menahan diri sampai proses demokrasi kembali pulih.
“Bentuk tindakan kekerasan yang terjadi di Myanmar tidak dapat dibenarkan, ASEAN harus terus mengupayakan berbagai cara dalam menjadi fasilitator melalui dialog agar isu Myanmar tidak berkembang menjadi tensi geopolitik yang lebih besar” ujarnya.
Lebih lanjut, Politisi Golkar itu menjelaskan, shuttle diplomacy yang di lakukan Indonesia merupakan langkah-langkah yang perlu di appresiasi, Hal ini karena Indonesia memandang Myanmar sebagai bagian dari keluarga sendiri dan keluarga besar ASEAN.
“Mari kita implementasikan semangat Piagam ASEAN dan nilai-nilai prinsip demokrasi global agar pemerintahan Myanmar dapat kembali pulih sebagaimana mestinya, Sebagai keluarga besar ASEAN, kita akan selalu ada untuk masyarakat Myanmar,” tutupnya.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Riana



























