PLN Tambah Serapan Gas Bumi untuk Pembangkit Listrik

Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Energy Primer PT PLN (Persero), Rudy Hendra P, mengungkapkan, pihaknya bersinergi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) guna menambah serapan gas bumi guna menjaga ketersediaan pasokan listrik bagi pelanggan.

Penambahan gas bumi ini dilakukan melalui pipa dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) untuk kebutuhan pembangkit PLN. Dalam menambah pasokan tersebut, kata Rudy, PLN telah bersinergi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Adapun, penambahan serapan gas tersebut dimulai pada triwulan I-2021 sebanyak 3 kargo LNG dari Kilang LNG Bontang. Selain itu, PLN juga menambah 70  juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas bumi melalui pipa yang berasal kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di Sumatera dan Jawa untuk dipasok ke pembangkit PLN.

“Ini merupakan langkah strategis untuk terus menjaga pemenuhan pasokan listrik bagi pelanggan sekaligus meningkatkan serapan gas bumi Nasional. SKK Migas juga telah mendukung penambahan serapan gas ini,” kata Rudy, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (27/2/2021).

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Arief S. Handoko Arief, menambahkan, tambahan pasokan gas untuk kelistrikan ini merupakan bentuk sinergi antara KKKS dan BUMN.

“Tidak mudah merealisasikan ini dalam waktu singkat. Terwujudnya tambahan pasokan ini membuktikan komitmen penuh semua pihak untuk membantu PLN,” kata Arief.

Lebih lanjut, Rudy menambahkan, PLN pun tengah menjalankan program gasifikasi untuk 55 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk mengkonversi pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis High Speed Diesel (HSD) menjadi gas. Program ini sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 13 Tahun 2020.

Ia pun berharap, program gasifikasi pembangkit ini bisa diakselerasi. Sebab, konversi BBM ke gas ini dapat meminimalkan ketergantungan konsumsi pembangkit PLN terhadap BBM, yang mana sebagian besar masih diadakan melalui impor.

“Ini untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Kami sangat berharap program gasifikasi bisa diakselerasi, baik untuk pembangkit yang sudah operasi maupun pembangkit yang saat ini dalam tahap konstruksi, agar bisa secara paralel disiapkan infrastruktur gasnya,” pungkas Rudy.

 Penulis: Riana

Editor: Rahmat Mauliady

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here