DPR Minta Pemerintah Permudah Akses Permodalan Bagi UMKM

Ilustrasi UMKM
Ilustrasi UMKM

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meminta Pemerintah untuk dapat lebih mempermudah akses permodalan dan pemasaran bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemincovid 19, agar dapat meningkatkan skala bisnisnya.

“Saya mendapat informasi bahwa banyak UMKM masih mengandalkan rentenir untuk memperoleh pinjaman modal. Pemerintah perlu mendukung pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya, salah satunya dengan membuat regulasi yang memudahkan pelaku usaha untuk mendapatkan pinjaman modal dari sektor perbankan dengan biaya yang lebih murah dan lebih cepat,” katanya dalam siaran pers, Selasa (9/2/2021).

Lebih lanjut, Azis mendorong perusahaan financial technology (fintech) dapat turut berperan dalam memberikan dana kepada pelaku UMKM, Sehingga mampu meningkatan perekonomian nasional dan tetap survive di tengah pandemi.

”Peran Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu sebagai Badan Layanan Umum penyaluran pembiayaan usaha mikro dalam membantu mencarikan solusi kendala yang dihadapi  pelaku UMKM,” ujarnya.

Politisi Golkar itu mengharapkan Pemerintah dapat memberikan pelatihan literasi digital bisnis konvensional ke digital (social media handling, connecting to marketplace, design packing) agar menghasilkan produk/layanan yang berkualitas tinggi yang bisa diakses secara daring (online) menjangkau pasar global, sehingga jumlah pelaku usaha yang menerima manfaat dan bantuan dapat terus meningkat, serta terhindar peminjaman modal dari rentenir dan dapat naik kelas ke program pemerintah melalui penyaluran Kredit Usaha Mikro termasuk pendampingan.

“Segera dibangun suatu ekosistem berbasis internet yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang bisa mempermudah akses pinjaman modal bagi para pelaku UMKM, khususnya pelaku usaha ultramikro (UMI) agar terjangkau ke seluruh pelosok. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus terintegrasi dengan holding UMI yang melibatkan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM),” tutupnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here