Kabupaten Banjar, PONTAS.ID – Jalan Martapura Lama Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, membludak dipadati warga yang berusaha keluar dari lokasi banjir yang merendam jalan dan pemukiman.
Anggota DPRD Banjar, Saidan Pahmi memastikan masih ada ribuan warga Kelurahan Sungai Lulut korban yang masih bertahan dirumah-rumah menunggu dievakuasi. Ditambahkan dia, evakuasi warga korban banjir terkendala minimnya perhatian pemerintah daerah setempat.
“Warga mulai meninggalkan rumah sejak Kamis (14/1/2021) lantaran banjir merendam sampai ke dalam rumah. Warga juga banyak yang terpaksa mengevakuasi diri sendiri lantaran tidak difasilitasi pemerintah,” terang dia saat mengevakuasi warga korban banjir, Senin (18/1/2021).
Dikatakan dia, evakuasi 13 ribu lebih warga korban banjir di Kelurahan Sungai Lulut, selain mengevakuasi diri sendiri, justru dilakukan oleh relawan dan swadaya masyarakat.
“Evakuasi warga korban banjir terkendala sarana pengangkut. Hanya sebagian mobil yang bisa menembus banjir. Sarana dari pemerintah hampir tidak ada sama sekali,” keluh anggota Komisi II DPRD Banjar ini.
Padahal, sambung dia, ada beberapa wilayah di Kelurahan Sungai Lulut yang perlu dievakuasi menggunakan perahu karet milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
“Tidak ada sama sekali perhatian pemerintah daerah untuk warga korban banjir di sungai lulut. Bahkan, bantuan makanan juga nyaris tidak ada. Dapur umum swadaya warga korban banjir dari bantuan non pemerintah,” sebut dia.
Lebih lagi, diminta dia, terkait soal keamanan barang-barang milik warga korban banjir, agar aparat kepolisian agar lebih meningkatkan pengawasan keamanan lantaran sudah ada kejadian pencurian.
“Ada laporan 4 sepeda motor warga korban banjir di Kelurahan Sungai Lulut raib digondol maling,” beber dia.
Disesalkan dia, banjir di Kelurahan Sungai Lulut hingga mengakibatkan korban jiwa. Ketua RT 12 meregang nyawa usai tersengat arus listrik dirumahnya yang terendam banjir.
“Warga Kelurahan Sungai Lulut belum siap menghadapi bencana banjir. Jadi, belum begitu paham apa saja yang berbahaya saat terjadi banjir,” sesal legislator senior partai Demokrat Kabupaten Banjar ini.
Di Desa Lok Baintan, Saidan juga sempat mengevakuasi warga korban banjir menggunakan kapal motor akibat tidak bisa dijangkau melalui akses darat lantaran tingginya banjir. “Tiga hari kami sewa kapal motor untuk mengevakuasi warga korban banjir disana,” jelas dia.
Disayangkan dia, Pemerintah Daerah dibawah pimpinan Bupati Banjar Khalilurrahman tidak maksimal dalam menangi banjir dan membantu warga yang terdampak.
“Semestinya Bupati Banjar Khalilurahman totalitas menangani banjir dan membantu warga korban banjir, agar mengakhiri masa jabatan dengan husnul khatimah,” sindir wakil rakyat asal Kecamatan Sungai Tabuk ini.
Penulis: M. Apriani
Editor: Pahala Simanjuntak



























