Indonesia Tegak Berdiri Diatas Pengorbanan dan Kesepakatan Para Pendiri Bangsa

Hidayat Nur Wahid dalam diskusi secara virtual
Hidayat Nur Wahid dalam diskusi secara virtual

Jakarta,PONTAS.ID – Negara Kesatuan Republik Indonesia, bisa tetap tegak berdiri karena pengorbanan seluruh rakyatnya. Ada yang mengorbankan jiwa dan raganya, demi kemerdekaan Indonesia.

Ada pula yang memberikan, kekuasaan dan kekayaan, untuk membantu pembangunan Indonesia.

Salah satu yang menyerahkan harta kekayaannya untuk bangsa dan negara Indonesia adalah Sultan Syarif Kasim II, atau Raja Kesultanan Siak Indrapura Riau.

Beberapa saat setelah Indonesia merdeka Sultan Syarif Kasim II menyerahkan kedaulatan kerajaan, lalu ia memilih bergabung dengan NKRI. Ia juga menyerahkan tanah, mahkota kerajaan berbahan emas dan uang sebesar 13 juta Golden, setara dengan Rp. 1,3 triliun. Harta benda itu diserahkan agar lndonesia bisa menjadi negara yang kuat dan kokoh.

“Ini adalah keteladanan yang luar biasa, pengorbanan material yang sangat besar. Dan itu membuktikan, bahwa NKRI benar-benar hasil pengorbanan seluruh masyarakat. Bukan perjuangan dan pengorbanan segelintir orang saja,” kata Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dalam keterangan pers, Selasa (24/11/2020).

Selain sumbangan dan pengorbanan masyarakat, kata Hidayat tetap tegaknya NKRI juga ditopang oleh kesepakatan para pendiri bangsa. Salah satu kesepakatan yang paling penting adalah diterimanya Pancasila 18 Agustus 1945 sebagai dasar dan Ideologi negara. Karena itu, Pancasila 18 Agustus, harus terus dijaga dan dirawat agar keberadaan NKRI tetap lestari sepanjang masa.

“Jangan sampai kesepakatan para pendiri bangsa, itu tercabik dengan alasan apapun. Karena tercabiknya salah satu kesepakatan, bisa berbuntut panjang. Bahkan bisa berakibat bubarnya NKRI,” kata Hidayat mengingatkan.

Uni Soviet, kata Hidayat adalah negara yang bubar, karena pemerintahnya memaksakan ideologi dari luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai di masyarakat. Padahal, sebelum bubar, Soviet adalah negara dengan kondisi ekonomi serta pertanahan keamanan sangat kuat. Soviet adalah lawan Amerika, baik dibidang pertahanan maupun ekonomi.
Bahkan mata-mata Soviet merupakan salah satu yang terbaik didunia. Namun, karena pemimpinnya mengadopsi ideologi dari luar, yang tidak sesuai dengan keinginan rakyat, terjadilah gejolak hingga pemisahan wilayah dan pembubaran negara.

“Sementara Yugoslavia adalah negara yang bubar, setelah bapak bangsanya meninggal. Negara Yugoslavia hanya bertumpu pada satu orang, bapak bangsa, yaitu Josip Broz Tito. Ketika bapak bangsa meninggal potensi negara pun turut sirna, sehingga semua wilayahnya memisahkan diri dan membentuk negara-negara kecil sendiri-sendiri,” kata Hidayat lagi.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Hendrik JS

Previous articleStok LPG 3 Kg di Kota Tangerang Aman
Next articleEmas Antam Anjlok Rp 16 Ribu per Gram