
Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hasan Aminuddin, mengztakan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, mempunyai persoalan serius terkait masalah limbah.
Hasan mengatakan, limbah PLTU Paiton itu akan menjadi persoalan yang serius dan penting untuk dibahas oleh Komisi IV DPR RI nantinya bersama mitra kerja terkait.
“Saya dan Anggota Komisi IV lainnya menyaksikan secara langsung. Ada fakta, yakni hampir satu juta ton (limbah) yang dihasilkan oleh satu perusahaan. Padahal, di dalam kompleks perusahaan tersebut terdapat delapan perusahaan yang mengelola PLTU Paiton,” tandas Hasan, dalam pernyataannya, Kamis (19/11/2020).
Politisis Partai NasDem itu menuturkan, hingga saat ini persoalan limbah PLTU Paiton belum mendapatkan solusi yang tepat. Namun berdasarkan informasi yang ada, untuk limbah udaranya memang sudah ada solusinya, yakni dibeli oleh PT Semen Indonesia. Oleh karenanya, dimungkinkan Komisi IV DPR RI juga akan meninjau pabrik semen tersebut untuk melakukan klarifikasi kebenaran informasi tersebut.
Hasan menambahkan, limbah PLTU Paiton telah menjadi persoalan dan akan ditindaklanjuti oleh Komisi IV. Begitu bahayanya limbah itu, namun hanya dilakukan upaya penimbunan saja dan tidak dibuang.
Ia pun merasa heran, dari sekian banyak ahli litbang yang ada, belum satupun mampu memberikan solusi yang nyata. Sejak diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1994 sampai dengan detik ini, limbah itu belum bisa ditemukan solusinya agar memiliki nilai manfaat bagi manusia.
“Tentu (limbah itu) sangat berbahaya kalau terus ditimbun. Yang kondisinya saat ini sudah menyerupai gunung buatan. Oleh sebab itu, ke depan Komisi IV akan mengundang Menteri LHK, Siti Nurbaya untuk, melaksanakan rapat kerja guna membahas persoalan ini dan memberikan keputusan yang konkret. Bila memang diperlukan, bagian litbangnya diberikan anggaran untuk melakukan kajian-kajian agar ada solusi secara ilmiah dan bermanfaat bagi rakyat,'” kata Hasan.
Penulis: Riana
Editor: Luki Herdian



























