Dorong SDM Petani Milenial, Kementan Gelar Bimtek di Indramayu

Indramayu, PONTAS.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) beserta Komisi IV DPR RI Ono Surono menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas bagi Petani dan Penyuluh Pertanian di Hotel Wiwi Perkasa, Indramayu, Sabtu (16/10/2021).

Hal ini sebagai peran Kementan dan Badan Pengkajian Teknologi dan Pertanian (BPTP) dalam memperkuat Badan Usaha Milik Petani (BUMP) sebagai pusat gerakan evolusi pertanian guna menjadikan petani milenial yang bisa bersaing dengan kemajuan zaman.

Dalam sambutannya, Kepala BPTP, Yiyi Sulaeman mengatakan, diselenggarakannya bimtek ini dalam rangka mendukung peran BPTP sebagai Kostratani. “Tujuannya adalah mengoptimalkan SDM pertanian, baik itu petani ataupun penyuluh,” ungkapnya.

“Bimtek ini tidak lepas dari arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang menegaskan pentingnya pemanfaatan kostratani sebagai garda terdepan penyuluh di kecamatan. Menurutnya, sektor pertanian harus dibangun mulai dari bawah yang bertujuan menambah pengetahuan dan merubah sikap penggunaan teknologi, untuk menjadi solusi dan rekomendasi ,” papar Yiyi.

Senada, Komisi IV DPR RI Ono Surono mengatakan, dalam membangun pertanian di wilayah masing-masing merupakan target untuk mencapai pertanian yang maju, mandiri dan modern. Menurutnya, suport dari Komisi IV DPR RI berdampak positif dari data BPS.

“Saat ini, para petani dan semua insan pertanian masih turun tapi sangat disayangkan jika kapasitas dan peminat untuk bertani menurun. Untuk itu keahlian dan pengetahuan juga harus kita tingkatkan untuk mendobrak salah satu terciptanya petani milenial yang kompeten,” ungkap Ono.

Kata Ono, solusinya ialah generasi petani bisa melanjutkan Usaha Orang tuanya dengan pembekalan dari SMK sampai perguruan tinggi. Kalau bisa diberikan beasiswa bagi para anak petani yang mencintai pekerjaan ayahnya.

Ono memaparkan, saat ini petani padi di Indramayu pengahsilan padinya Surplus lebih dari 600.000 ton per-panen.

“Seandainya kita tidak bisa mempertahankan tanah kita akibat banyak anak anak tani yang keluar negeri akibat selalu rugi, ditambah lagi pembangunan mini market dan perumahan, tidak menutup kemungkinan kita akan menjadi kabupaten tertinggal,” paparnya.

Sementara itu, Ketua BUMP Cahyadi juga menyatakan dukungan dan apresiasinya untuk bimtek ini.

“Saya kira memang penting sekali dilakukan. Karena selama ini kegiatan bimtek seperti ini masih kurang. Sehingga, BPTP perlu di berdayakan untuk melaksanakan bimtek serupa baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten/kota,” tutupnya.

Turut hadir, petani milenial, Kepala BPTP dari kementrian Pertanian H.Yiyi Sulaeman hadir juga Komisi IV DPR-RI, Ono Surono. Kemudian, Tenaga Ahli Anggota Ketua Aksi, ketua penyuluh Pertanian, dan kuwu kuwu sekabupaten Indramayu.

Penulis: Tono
Editor: Ahmad Rahmansyah.

Previous articlePerketat Prokes, Polres Kendal Bentuk Posko Wisata Sehat di Pantai Ngebum
Next articleKantongi Uang 1,5 Miliar, KPK Ciduk Bupati Musi Banyuasin di Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here