Sembuh Bukan Berarti Kebal Covid-19, Begini Penjelasannya

Medan, PONTAS.ID – Pemerintah Kota Medan mengaku saat ini banyak warga yang bingung terkait Covid-19. Pasalnya, beredar informasi yang menyatakan pasien yang sembuh akan kebal dengan virus Corona.

“Saat ini banyak informasi yang keliru di tengah-tengah masyarakat tentang Covid-19. Informasi yang keliru ini sering menimbulkan kebingungan sehingga menjadi salah dalam menghindari penyebaran pandemi,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Pemko Medan, Mardohar Tambunan, kepada wartawan, Kamis (12/11/2020).

Hal ini lanjut Mardohar, termasuk informasi yang menegaskan orang sudah pernah terpapar Covid-19 akan kebal terhadap Covid-19. “Itu informasi yang salah,” tambahnya.

Menurut Mardohar, banyak orang beranggapan bahwa seseorang yang sudah sembuh dari Covid-19 tidak akan terpapar lagi dari virus itu. Padahal sepanjang orang yang bersangkutan tidak menerapkan protokol kesehatan bisa terserang virus itu kembali.

“Ini anggapan yang tidak benar. Artinya orang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 masih berpotensi untuk terkena kembali,” kata Mardohar.

Menurut Mardohar, Kota Medan masih kategori zona merah atas penyebaran Covid-19. Artinya sebagian besar wilayah sangat rentan Covid-19. “Makanya kita berharap masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari,” ujar dia.

Meski Kota Medan masih dalam zona merah penyebaran Covid-19, kata dia, namun angka kesembuhan sangat tinggi dibanding angka orang yang terpapar.

“Artinya ada grafik yang menggembirakan. Yakni angka yang sembuh kian naik sedangkan yang terpapar cenderung menurun,” ungkapnya.

Mardohar menampik adanya informasi bahwa rumah sakit di Medan penuh akibat banyaknya pasien Covid-19. Karena saat ini banyak rumah sakit yang kosong karena pasien Covid-19 semakin menurun.

“Tapi kita jangan sampai lengah. Sebab Covid-19 ini datangnya tidak terduga dan kita tidak bisa mendeteksi orang yang terpapar atau dikenal dengan Orang Tanpa Gejala (OTG),” demikian Mardohar.

Penulis: Ayub Badrin
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here