Manokwari Selatan, PONTAS.ID – “Kalianlah pemuda-pemuda Indonesia yang terpilih dari sekian banyak pemuda Indonesia pada tahun ini, yang bisa mengikuti pendidikan tentara dan bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat,” ucap Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, saat memimpin upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang I TA 2020 Kodam XVIII/Kasuari, Kamis (8/10/2020), di lapangan upacara Rindam XVIII/Kasuari, Distrik Momiwaren, Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat.
Pangdam XVIII/Kasuari mengajak kepada seluruh mantan siswa Dikmata TNI AD Gelombang I TA 2020 Kodam XVIII/Kasuari tersebut untuk selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Kalian adalah orang-orang pilihan dari Pemuda Indonesia. Kalian telah terpilih untuk menjadi Prajurit TNI AD. Jadi apa yang kalian dapatkan hari ini harus disyukuri, namun tetap tidak boleh sombong. Terbukti, apabila kalian punya tekad dan kemauan pasti semuanya akan bisa dilalui,” jelas Mayjen Nyoman Cantiasa.
Momen hari ini, menurut Pangdam, adalah langkah awal untuk berkarir di TNI AD dan berarti mulai detik itu juga mereka (para lulusan Dikmata TNI AD Gel. I TA 2020 Kodam XVIII/Kasuari) telah mendapatkan gaji dan remunerasi.
“Dengan itu kalian harus membantu orang tua. Karena orang tua yang melahirkan dan membesarkan kalian. Jadi jangan pernah bosan untuk selalu mendoakan orang tua dan hormat kepada orang tua, apapun itu bentuknya,” pesannya.
“Tadi kalian sudah bersumpah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing bahwa kalian akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya harap sumpah itu dipertanggungjawabkan, karena negara, rakyat telah memberikan gaji kepada kalian. Sebagai tentara, kalian harus melaksanakan tugas dengan baik, dimana pun kalian berada dan bertugas,” sambung Jenderal bintang dua, lulusan terbaik Akmil 1990 ini.
Juga dipesankan kepada prajurit baru di TNI AD hasil rekrutmen Kodam XVIII/Kasuari ini agar mereka selalu berbuat baik dan senantiasa menjaga hubungan baik dengan rakyat. Jangan menyakiti rakyat, karena Prajurit TNI adalah berasal dari rakyat.
“Kita adalah Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Profesional yang diajari bertempur, diberikan kepercayaan memegang senjata, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kalian harus siap untuk ditempatkan dimana saja,” sambung Pangdam.
“Ingat, kita Prajurit Kodam XVIII/Kasuari punya semboyan “Patriot Pembela Rakyat. Maka kalian harus bela rakyat, tidak ada yang menyakiti rakyat, kau harus sayangi rakyat, karena kita berasal dari Rakyat,” tegas Pangdam.
Penulis: Abriyanto
Editor: Luki Herdian



























