Perkenalkan Kaldera Toba, Disdik Sergai 3 Hari Keliling Samosir

Samosir, PONTAS.ID – Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba memiliki luas 135 Km per segi atau setara dengan luas Singapura.

“Kabupaten Samosir terdiri dari sembilan kecamatan, 122 Desa dan enam Kelurahan,” jelas Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata, Budaya dan Olahraga Kabupaten Samosir, Robintang Naibaho, menjawab PONTAS.id, saat menemui rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, di Samosir, Minggu (23/8/2020).

Selain mengapesiasi kunjungan selama tiga hari Disdik Sergai ini, Robintang juga mengakui pihaknya terus berupaya untuk memenuhi fasilitas bagi wisatawan muslim, tempat ibadah berupa masjid maupun mushola.

“Pemkab saat ini secara bertahap sudah membangun enam mushola di melengkapi satu masjid yang telah ada. Apalagi, wisatawan yang datang ke sini didominasi dari negara tetangga, Malaysia,” imbuhnya.

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon kata Robintang juga telah mengingatkan selirih jajarannya untuk memberikan pelayanan yang ramah bagi wisatawan domestik maupun manca negara, “Demi meningkatkan perekonomian daerah dari sektor pariwisata,” kata Robintang.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Sergai, Joni Walker Manik yang menjadi pimpinan rombongan mengatakan kedatangan dirinya ke kampung leluhurnya tersebut untuk kembali memperkenalkan objek-objek pariwisata yang ada dengan berkeliling.

“Mulai dari Palipi, Pangururan, Simanindo, Ronggur Nihuta, Nainggolan, Onan Runggu, Sitio-tio, Sianjur Mula Mula dan Harian,” kata Joni.

Demikian halnya dengan daerah pelabuhan yang cukup dikenal, yakni Tomok dan Ambarita termasuk situs budaya dan wisata yang lain seperti Bukit Holbung, Danau Sidhoni, Pantai Pasir Putih di Parbaba, Makam Tua Raja Sidabutar, Air Terjun Situmurun, Gunung Toba, Batuhoda Beach, Batu Kursi Raja Sialagan dan lainnya.

Joni menambahkan, di Pusuk Buhit terdapat rumah (sopo) Guru Tatea Bulan, “Kemudian Perkampungan Raja Batak (Sariburaja) yaitu istana awal Raja Batak berdiam,” tutupnya.

Dari salah seorang pemandu wisata juga berkisah, jika seseorang mempunyai niat kurang baik sebaiknya tidak naik ke atas, “Banyak yang tidak sampai-sampai atau tersesat dan ada juga yang sakit,” kata dia.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleTekan Kasus Covid-19, Begini Strategi Polda Metro
Next articleBantuan UMKM Rp 2,4 Jua Dibagikan Hari Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here