Kemenperin Dorong Teknologi 4.0 pada Industri Mamin

Mamin Masuk Ritel
Mamin Masuk Ritel

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) penerapan teknologi industri 4.0 di sektor makanan dan minuman (mamin), mulai dari tahap desain produk hingga distribusi. Hal itu dilakukan untuk mendorong daya saing dan produktivitas industri.

“Upaya tersebut diproyeksikan akan mampu meningkatkan produktivitas serta efisiensi sektor industri mamin antara 10 hingga 15 persen,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Abdul Rochim dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2020).

Menurut Rochim, implementasi industri 4.0 pada sektor manufaktur dapat menghemat biaya operasional.

Pasalnya, teknologi dapat membantu pelaku industri dalam mengestimasi kapan waktu yang tepat untuk memperbaiki dan merevitalisasi peralatan produksi sehingga dapat mencegah kerusakan yang berdampak pada proses produksi.

Selain itu, teknologi industri 4.0 juga dinilai berperan penting untuk meningkatkan utilisasi pabrik pada sektor mamin, terlebih pada kondisi pandemi covid-19.

“Implementasi teknologi industri 4.0 dapat menjadi solusi ketika pabrik belum dapat sepenuhnya beroperasi secara normal. Apabila dalam keadaan normal, implementasi teknologi industri 4.0 pada sektor mamin dapat meningkatkan utilisasi 20-25 persen,” paparnya.

Pemerintah sendiri telah mencanangkan percepatan penerapan teknologi industri 4.0 melalui implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, dengan industri mamin sebagai salah satu sektor prioritas yang dipacu pengembangannya. Peta jalan tersebut diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2018 lalu.

Rochim mengungkapkan, saat ini penggunaan teknologi industri 4.0 di sektor mamin sudah cukup baik. Saat ini, umumnya perusahaan menggunakan teknologi industri 4.0 untuk melakukan monitoring dan pengawasan terhadap kegiatan operasionalnya dan ini sudah cukup baik.

“Kami terus mendorong optimalisasi penggunaan teknologi industri 4.0 ini untuk membantu industri dalam meningkatkan produksi maupun kualitas produk yang dihasilkan,” jelasnya.

Industri mamin merupakan salah satu sektor andalan penopang pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional. Sektor ini juga banyak melibatkan industri kecil dan menengah yang menjadi penopang perekonomian.

Dengan penerapan teknologi 4.0, Rochim berharap pertumbuhan dan kontribusi industri mamin terhadap perekonomian dapat meningkat. Merujuk pada peta jalan Making Indonesia 4.0, industri mamin ditargetkan mampu unggul di wilayah Asia Tenggara.

Berdasarkan catatan Kemenperin, pada kuartal I 2020, sektor industri mamin memberikan kontribusi sebesar 36,4 persen terhadap PDB manufaktur. Pada periode yang sama, pertumbuhan sektor industri ini mencapai 3,9 persen atau lebih tinggi dari laju ekonomi, 2,97 persen.

Sepanjang semester I 2020, industri mamin memberikan devisa yang paling besar melalui capaian nilai ekspornya hingga US$13,73 miliar.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Hendrik JS

Previous articleSediakan 2.240 Tabung, Pertamina Gelar Operasi Pasar di Empat Titik
Next articleKucurkan Rp100 M, Begini Jurus Pertamina Agar UMKM Naik Kelas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here