Dewas RRI Tuntut Konpensasi Pergantian Setara Lokasi RRI Cimanggis Telah Dihancurkan Poyek UIII

Freddy Ndolu
Freddy Ndolu

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Dewas RRI, Freddy Ndolu mengatakan Hasil pengamatan di lokasi komplek pemancar RRI Cimanggis, Depok jawa barat, seluas 143 hektar, yang di dalamnya berdiri 18 tower dan 13 pemancar sw berkekuatam 250 kw dan sejumlah pemancar mw 150 -300 kw serta gedung pemancar dan genset berkekuatan 1-2 megawat, saat ini dalam kedaan hancur berantakan.

“Berantakan dan terjarah maling sejak di mulai pembangunan proyek Universitas Islam Internasional Indonesia sejak Tahun 2018,” tegas Freddy di Komisi I DPR Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya Peralatan teknik pemancar ini hanya tinggal besi tua. Padahal RRI sangat membutuhkan dalam kondisi tertentu untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Bisa di kata, ini rahasia negara. Bila terjadi black out dan digital tidak berfungsi, RRI masih berfungsi melayani publik, kenang, “Indonesia masih ada”. Nilainya bisa mencapai ratusan miliar bahkan triliun,” jelas Freddy.

“Lokasi tanah cimanggis, sangat strategis sekitar 10 km dari ibukota negara Jakarta. Sudah tidak ditemukan lagi lahan seluas itu di semua ibukota negara besar di dunia,” tambahnya.

Freddy mengemukakan bahkan strategis, bernilai lebih dari 10 triliun rupiah. Apakah bisa hanya dengan atas nama negara, komplek pemancar RRI yang masih berfungsi itu dialih fungsikan untuk kepentingan lain.

Ia juga mempertanyakan apakah RRI sudah tidak dibutuhkan lagi karena sudah tua lahir 11 sept 1945 semua kekayaan RRI intanggible maupun tanggible itu karena dirawat sejak tahun 1945.

“Kalau nilainya menjadi mahal, itulah keberhasilan RRI dan bisa minta pergantian kompensasi yg layak untuk kepentingan bangsa dan negara dibidang informasi dan edukasi dan hiburan,” ungkap Freddy.

Untuk berfungsinya RRI dan bermanfaat bagi publik sebagai Dewas RRI, Freddy menuntut agar ada perbaikan :
1. Modernisasi RRI seluruh Indonesia

2. Pembangunan kembali tower dan pemancar dan studio yg telah dihancurkan akibat proyek UIII.

3. Independensi dan otonomi SDM RRI.

Tuntutan ini merupakan bargaining power RRI untuk kepentingan bangsa dan negara

Penulis: Luki Herdian

Editor: Riana

Previous articleFantastis! Satu Wastafel Pemkot Tebingtinggi Telan 3,5 Juta
Next articleKemendes Diingatkan Perkuat Ketahanan Pangan Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here