New Normal, Wali Kota Lubuklinggau Luncurkan Kampung Tangkal Covid-19

ADVERTORIAL

Lubuklinggau, PONTAS.ID – Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe memimpin apel siaga tangkal Covid-19 sekaligus launching Kampung Tangkal Covid-19 bersama Dandim 0406 Letkol Inf M. Aan Setiawan, dan Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa di lapangan posko induk Kota Lubuklinggau.

Dalam arahannya, Nanan, sapaan akrab SN Prana Putra Sohe mengatakan apel siaga tangkal Covid-19 dilaksanakan dalam upaya optimalisasi penanganan Covid menuju road to atau menjelang new normal di Kota Lubuklinggau.

“Apel ini sudah sering dilakukan, bukan hanya saat ini saja tapi sejak terbentuknya gugus tugas. Pemerintah TNI dan Polri selalu bersinergi untuk melakukan penanganan virus ini,” terang Nanan.

Yang paling utama, sinergi dilakukan adalah saat melakukan distribusi sembako kepada masyarakat.

“Untuk itulah saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh tiga pilar ini. Karena, kita ketahui alhamdulillah syukur tidak ada hal-hal yang sangat prinsip, sosial distancing dan lainnya sudah terlaksana dengan baik. Sudah 40-an ribu KK diberikan bantuan sembako, semua terbagi dengan aman tertib dan lancar,” jelas dia.

Grafik Kesembuhan
Grafik Kesembuhan Pasien Covid-19 mencapai 61,6 persen, sementara jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Lubuklinggau yang dinyatakan sembuh kembali bertambah.

Pada Selasa (2/6/2020) jumlahnya bertambah empat orang sehingga total keseluruhan 45 orang dari 73 orang yang positif terpapar Covid-19 atau 61,6 persen.

Ketua TGPP Covid-19 Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe mengemukakan secara pribadi maupun atas nama GTPP, dirinya sangat bersyukur dengan adanya penambahan pasien sembuh tersebut.

“Insyallah kondisi ini (sembuh, red) akan terus bertambah dan kita doakan agar mereka yang saat ini masih dirawat semuanya dalam kondisi sehat,” ungkapnya.

Menurut Wali Kota, empat orang yang dinyatakan sembuh tersebut berasal dari isolasi di RS Dr Sobiri. Hingga saat ini yang masih dalam perawatan sebanyak 28 orang dengan rincian 11 orang di isolasi di RSS I Hakmaz Taba, 1 orang di RSUD Siti Aisyah, 6 orang di RSUD Dr.Sobirin serta 10 orang lagi memilih isolasi mandiri.

Ditambahkannya keterlambatan kurva positif untuk Kota Lubuklinggau karena disebabkan hasil Swab Test dari BBLK Palembang yang mengalami keterlambatan.

“Namun demikian kita masih melakukan tracking dan Rabu (3/6) rencananya GTPP akan mengambil 60 sampel di Kejari Lubuklinggau untuk dilakukan rapid test,” ungkapnya.

Wali Kota menjelaskan, walaupun kasus konfirmasi terus menurun, tetapi upaya rapid test, swab test, tracking, treatment tetap akan dilakukan. Hal ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Lubuklinggau.

“Jadi bukan hanya new normal saja yang kita targetkan, tapi lebih dari itu, Lubuklinggau betul-betul terbebas dari Covid-19.

Penulis: Ramadon

Previous articleMenaker Ajak Pelaku Usaha Terapkan Protokol K3
Next articleDitinggal Aramco, Pertamina Cari Mitra Baru Garap Kilang Cilacap