Ditinggal Aramco, Pertamina Cari Mitra Baru Garap Kilang Cilacap

Salah satu kilang Pertamina

Jakarta, PONTAS.ID – PT Pertamina (Persero) menegaskan akan tetap melanjutkan proyek Refinary Development Master Plan (RDMP) atau revitalisasi Kilang Cilacap tanpa Saudi Aramco. Sebabnya, perusahaan migas asal Arab Saudi ini menyatakan mundur dari proyek tersebut.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia, Ignatius Tallulembang, mengatakan, Saudi Aramco melalui CEO-nya mengirimkan surat pada Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, terkait keputusan tersebut.

“Aramco lewat surat resminya mengabarkan, silakan Pertamina bangun RDMP Cilacap. Mengingat Aramco masih ada urusan lain, jadi tidak bisa bergabung bangun Kilang Cilacap ini. Jadi untuk Kilang Cilacap enggak lagi berencana dikerjakan dengan Saudi Aramco,” tutur Ignatius dalam virtual conference, Juma (5/6/2020).

Meski begitu, Ignatius mengatakan, Saudi Aramco tetap membuka kemungkinan untuk bekerjasama dengan Pertamina di masa depan pada proyek kilang-kilang lainnya.

Ia pun menegaskan, pihaknya kini tengah mencari mitra baru sembari mengembangkan Kilang Cilacap secara mandiri.

“Pertamina saat ini sedang dalam proses mencari partner baru, sambil mencari peluang apa yang bisa kita bangun terlebih dahulu. Lalu mempersiapkan skema bisnis dengan belajar dari kasus partnership Saudi Aramco, atau kerja sama lainnya yang tidak lanjut,” tandasnya.

Untuk rencana ke depan, Pertamina disebutnya akan melakukan percepatan beberapa proyek bio refinery yang menjadi bagian dari RDMP tersebut .

“Mungkin 2022 sudah bisa beroperasi bio refinery skala kecil di sana. Lalu perbaikan kualitas untuk penuhi standar euro 5 sambil kita cari strategic partner,” ujar Ignatius.

Sebagai informasi, RDMP Cilacap ditargetkan selesai pada 2022. Modifikasi ini akan menambah kapasitas kilang Cilacap dari saat ini 348 ribu barel per hari (bph) menjadi 400 ribu bph. Bukan hanya itu, kompleksitasnya akan ditingkatkan, jadi jauh lebih modern. Nelson Complexity Index yang sekarang 4 bakal menjadi 9,4.
Dengan kenaikan kapasitas dan kompleksitas, produksi bensin (gasoline) kilang Cilacap akan bertambah 80 ribu bph, produksi solar meningkat 60 ribu bph, dan avtur bertambah 40 ribu bph.
Penulis: Riana
Editor: Stevanny
Previous articleNew Normal, Wali Kota Lubuklinggau Luncurkan Kampung Tangkal Covid-19
Next articlePartai Gelora Resmi Terima Tiga SK Menhkumham