Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Komisi Kompetensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Kamsul Hasan berharap peserta orientasi calon anggota PWI Jaya ke V agar mematuhi rambu-rambu dalam membuat pemberitaan. Khususnya Pedoman Pemberitaan Ramah Anak yang telah diterbitkan Dewan Pers.
“Selain aturan parsial untuk masing-masing platform media, ada rambu yang harus dipatuhi semua wartawan, yaitu Pedoman Pemberitaan Ramah Anak yang bersumber dari Undang-Undang sistem Peradilan Pidana Anak,” jelas Kamsul Hasan kepada PONTAS.id melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Kamis (14/5/2020)
Menjawab tantangan era digital yang berkembang saat ini, rambu pemberitaan juga kata mantan Ketua PWI Jaya ini terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi diiringi bertambahnya platform media massa.
“Dulu kita hanya kenal media cetak, rambunya hanya Kode Etik Jurnalistik. Saat ini Jurnalistik Online berkembang, maka lahir pula Pedoman Pemberitaan Media Siber yang menjadi pelengkap bagi wartawan online untuk melakukan kegiatan jurnalistik,” katanya lebih jauh.
Kamsul Hasan yang tercatat sebagai salah satu dosen di perguruan tinggi Jakarta berpesan agar peserta orientasi PWI Jaya ke V mengikuti perkembangan dunia, “Harus rajin membaca dan ‘isi baterai’ seperti mengikuti diskusi,” imbuhnya
Sebelumnya, pelaksanaan orientasi terhadap 26 calon anggota Persatuan wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta ke V dilakukan pertama kalinya dengan menggunakan aplikasi Zoom, pada Rabu (13/5/2020).
Hal ini dilaksanakan terkait dengan konsintensi PWI Jaya dalam memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
“Ini adalah Sejarah baru dalam melaksanakan orientasi calon anggota PWI Jaya, kita semua yang hadir dalam orientasi ini adalah pelaku sejarah,” kata Ketua Dewan Kehormatan PWI Jaya, Diapari Sibatangkayu.
Penulis: Rahmat Mauliady/Edi Prayitno
Editor: Riana Agustian




























