Tanpa Thermal Gun, Pasar Mede Jaksel Rawan Covid-19

Jakarta, PONTAS.ID – Pasar Mede di Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai Covid-19.

Padahal, terdapat 19 ribu lebih kepala keluarga yang berada di sekitar pasar Mede yang saat ini turut menjalani pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pantauan PONTAS.id, pada Senin (11/5/2020) sejak masuk ke dalam areal pasar, tidak terlihat ada pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal gun (pengukur suhu tubuh elektronik) terhadap pedagang maupun pengunjung yang masuk ke areal pasar.

Akibatnya, jika pedagang maupun pengunjung mengalami panas tinggi akibat terpapar Covid-19 akan leluasa keluar masuk dan menyebarkannya kepada siapa saja di areal pasar.

Meski demikian, pedagang dan pengunjung terlihat tertib menggunakan masker serta mematuhi jaga jarak fisik (physical distancing).

Demikian juga dengan tempat mencuci tangan serta cairan pembersih tangan (hand sanitizer) terlihat sudah disiapkan pihak Pasar Mede.

Selama pemberlakuan PSBB, pihak pasar hanya memperbolehkan pedagang berjualan hingga pukul 14.00 WIB.

“Operasional pasar hanya mengijinkan pedagang sayur dan sembako yang berjualan. Jam operasionalnya dari jam 04.00 WIB sampai jam 14.00 WIB,” jelas staff Pasar Meda, Robi kepada PONTAS.id.

Penulis: Yos Casa Nova F/Edi Prayitno
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleTutup Sementara, Pasar Sunan Giri Tetap Jalankan Protokol Covid-19
Next articlePuluhan Anak Punk di Asahan Terjaring Razia, Satu Diantaranya Hamil