Jakarta, PONTAS.ID – Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memaparkan bahwa proyek Bison, Iguana, dan Gajah Puteri (BIGP) di Wilayah Kerja Natuna Sea Block A telah menyalurkan gas pertama pada Kamis lalu.
Wilayah kerja tersebut dioperasikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Premier Oil. Keberhasilan pengerjaan proyek BIGP menjadi bukti lanjut kemampuan Premier Oil dalam melaksanakan siklus proyek dari eksplorasi hingga produksi.
Cadangan gas yang terdapat pada proyek BIGP sebesar 93 miliar kaki kubik (BCF). Nantinya, gas akan disalurkan melalui infrastruktur eksisting yang berada dalam WK Natuna Sea Block A.
Adapun, produksi dari lapangan Bison sekitar 15 juta standar kaki kubik (mmcfd) dan dari lapangan Iguana sekitar 25 mmcfd. Uji kinerja sumur Bison dan Iguana berhasil diselesaikan dan secara paralel uji aliran gas terintegrasi dari kedua sumur pada laju alir gabungan 40 mmscfd juga mampu diselesaikan.
“Hal ini merupakan upaya konkret untuk terus meningkatkan profil produksi Hulu Migas Indonesia,” beber Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Wisnu P Taher, Selasa (3/12/2019).
Diketahui, proyek ini berhasil diselesaikan dalam kurun waktu 2 tahun dengan total estimasi biaya investasi sebesar USD325 juta atau setara USD4,58 triliun.
Premier Oil selaku operator WK Natuna Sea Block A memiliki kepemilikan saham sebanyak 28,67 persen. Sedangkan sisanya dimiliki oleh beberapa pihak yaitu Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC), Pertamina, PTT, dan Petronas.
Penulis: Ririe
Editor: Riana




























