Jakarta, PONTAS.ID – Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan, untuk memangkas impor, pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan salah satunya ialah menerapkan biodiesel 20% atau B20. Kebijakan ini diharapkan menekan impor migas.
“Tadi tuh kita diskusi dengan beberapa ekonom-ekonom. Saya jelaskan mengenai program pemerintah yang dilakukan Presiden hilirisasi. Hilirisasi itu untuk mempengaruhi CAD (current account deficit) kita. Karena ekspor kita kan nilai tambahnya contoh nikel ore kan bagus,” kata Lihut, di kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).
“Kedua B20, B30, B40 dan seterusnya itu dampaknya luar biasa terhadap impor energi kita berkurang,” sambung Luhut.
Luhut yakin, kebijakan mandatori B30 diyakini akan bisa mengurangi impor minyak mentah sebesar 35 persen. Kata dia, saat ini saja, penggunaan B20 telah menghemat volume impor migas hingga 29 persen. Dan, jika penggunaan B20 terus dilanjutkan hingga dapat mengurangi volume impor migas hingga 35 persen, negara akan menghemat sekitar Rp 200 triliun.
“Dari B20 kita bisa kurangi impor 25 persen. Kalau tahun depan continue saya kira bisa 35 persen kurangi impor energi, kira-kira Rp 200 triliun. Sementara itu juga naik lagi,” tuntas Luhut.
Penulis: Riana
Editor: Stevanny




























