Alamak! Puluhan Tahun Koja Tak Punya Sekolah Negeri

Jakarta, PONTAS.ID – Warga Kelurahan Koja berharap wilayahnya dibangun Sekolah Negeri. Hal itu disampaikan warga kepada anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D bidang pembangunan dari fraksi Demokrat, Neneng Hasanah saat melakukan reses di RW 11 Kelurahan Koja, Jakarta Utara, Rabu (6/11/2019) malam.

Ketua RW 11 Kelurahan Koja, Slamet Riyanto mengatakan, saat ini di Kelurahan Koja tidak ada sekolah negeri baik tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah dan Sekolah Menengah Atas.

“Melalui reses telah saya sampaikan aspirasi masyarakat Koja kepada Lurah Koja maupun anggota DPRD agar dibangun sekolah negeri, kebetulan ada lahan di Pasar Sindang yang bisa dialih fungsikan menjadi sekolah negeri,” ujarnya.

Menurut Slamet, usulan dibangunya sekolah negeri di Kelurahan Koja telah diusulkan sejak 10 tahun lalu, namun hingga saat ini belum terealisasikan.

Menanggapi aspirasi warga, anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D, Neneng Hasanah berharap Pemprov DKI Jakarta segera merealisasikan permintaan warga.

“Kalau ada lahan kosong, diharapkan Pemprov DKI Jakarta membangunkan Sekolah Negeri, karena di wilayah Koja ini belum ada SDN, SMPN dan SMA/SMK Negeri. Ini aspirasi masyarakat maka saya sampaikan,” terang Neneng.

Menurut Neneng, jika mengikuti aturan sistem zonasi anak-anak yang ada di Kelurahan Koja akan sulit masuk sekolah (tidak dapat) lantaran mereka daftar masuk sekolah ke wilayah lain. “Melalui reses anggota DPRD ini, kami berharap aspirasi masyarakat dapat direalisasikan,” harapnya.

Harapan yang sama disampaikan Lurah Koja, Frimelda Novarita, menurutnya, sekolah dasar merupakan prioritas pertama dalam pembangunan sekolah agar anak-anak usia 7 tahun tidak terlalu jauh untuk bersekolah.

“Kasihan sebenernya, anak-anak harus sekolah menyeberang ke Tanjung Priok, Lagoa itu kan agak jauh. Di Kelurahan Koja sendiri minim lahan untuk dibangun sekolah yang besar dan memang ini ada masukan dari beberapa Ketua RW yang meminta agar mengalih fungsikan Pasar Sindang untuk sekolah negeri,” katanya.

Frimelda menambahkan, pihaknya berencana akan melakukan koordinasi dengan PD Pasar Jaya, Dinas Pendidikan dan Kementerian Pendidikan agar keinginan warga Koja dapat segera terealisasi.

Penulis: Edi Prayitno
Editor: Idul HM

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here