Jakarta, PONTAS.ID – Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan bantuan pemulihan ekonomi melalui budidaya ikan laut hias untuk memberikan solusi jangka pendek bagi masyarakat terdampak bencana gempa Maluku.
“Khususnya ikan hias Nemo yang banyak permintaan dari luar negeri, 1 ekor ikan kecil Nemo bisa seharga 10 USD (setara Rp.140 ribu),” kata Kepala BNPB, Doni Monardo saat mengunjungi Balai Perikanan Budidaya Laut di kota Ambon, Minggu (27/10/2019).
Doni yang didampingi Gubernur Maluku Murad Ismail itu mengungkapkan, BNPB juga akan memberikan pembinaan dari mulai pembuatan akuarium, pelatihan perawatan ikan dan juga memberikan target pasar untuk penjualan.
Selain budidaya ikan hias, BNPB memberikan bantuan pemulihan ekonomi lainnya berupa pengolahan ikan asap. Sebab, Maluku merupakan salah satu penghasil ikan Tuna dan Cakalang yang terbesar.
“Ikan tersebut akan diolah menjadi ikan asap agar terjaga kualitasnya. Hasil budidaya ikan laut hias Nemo dan ikan asap akan diekspor ke berbagai negara dan juga beberapa daerah di Indonesia,” lanjut Doni.
Terkait bantuan masyarakat, Doni menyampaikan, penggalangan dana dalam rangka peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Bangka Belitung pada pertengahan Oktober lalu, berhasil mengumpulkan uang sejumlah Rp.2 miliar.
“Uang hasil dari penggalangan dana sebesar 2 milliar rupiah didapatkan dari Gubernur, Pegawai Negeri, masyarakat, dan dunia usaha serta BPBD se-Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut”, ucap Doni.
Sebagai informasi, saat ini, status penanganan bencana gempa Maluku sudah memasuki masa transisi menuju ke pemulihan. Pemda Kabupaten/Kota terdampak sudah membuat surat keputusan jumlah kerusakan rumah berdasarkan kategori rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat.
Selanjutnya data antara BPBD dan dinas terkait sama berdasarkan by name by address dari kerusakan rumah. Bantuan stimulan 50 jt untuk rusak berat, 25 juta rusak sedang, dan 10 juta rusak ringan.
BPBD, Dinas PKP dan BNPB telah menyepakati pola penanganan dan jenis rumah tahan gempa yang akan dibangun.
Pola penanganan yang digunakan adalah swadaya didampingi fasilitator untuk membangun RISHA bagi warga rumah rusak berat. Pemda juga telah menyusun rencana aksi perbaikan rumah, fasum dan fasos. Targetnya pada bulan Februari seluruh proses perbaikan telah selesai
Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS




























