Tanjab Timur, PONTAS.ID – Yaten (85) asal Ponorogo, Jawa Timur terpaksa tinggal di penginapan (base camp) pekerja proyek di Desa Lagan Ulu, Tanjung Jabung Timur. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pelangkau kelapa (Kopra) ini datang ke Tanjab Timur untuk delapan bulan lalu untuk mencari pekerjaan.
“Saya diberi tumpangan sama pak Hambali, salah seorang pekerja proyek. Saya tidak punya saudara di sini, di Ponorogo juga saya sebatang kara tak punya istri dan tak punya anak,” kata Yaten kepada wartawan, Rabu (23/10/2019).
Sementara itu, Hambali mengatakan, dirinya merasa iba melihat Yaten yang sedang berjalan kaki dengan kondisi lemas dan pucat di daerah Pelabi. Ia pun menawarkan tumpangan untuk Yaten.
“Awalnya saya heran pak Yaten mencari kerja ke daerah Simpang Kiri, padahal beliau sendiri tidak tahu tempat yang ia tuju. Apalagi dengan kondisinya terlihat kurang sehat dan juga usianya,” kata Hambali.
“saya berharap kepada Dinas Sosial Kabupaten Tanjung Jabung Timur maupun Provinsi Jambi, untuk memberikan tempat tinggal di Panti Jompo untuk pak Yaten,” harapnya.
Penulis: Bambang Hermanto
Editor: Pahala Simanjuntak





























astaufirullahhalazim mbah itu punya Anak masih. Disini di agak sebatang kara! Bukan menggelandang! Anaknya udah ngurusin namun beliau emang sering pergi2!
astaufirullahhalazim mbah itu punya Anak masih. Disini dia gak sebatang kara! Bukan menggelandang! Anaknya udah ngurusin namun beliau emang sering pergi2!
astaufirullahhalazim mbah itu punya Anak masih. Disini dia gak sebatang kara! Bukan menggelandang! Anaknya udah ngurusin namun beliau emang sering pergi pergi