Pembangunan PLTU Bakal Disetop, Ini Alasan Jonan

Jakarta, PONTAS.IDMasyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), yang terdiri dari perusahaan di bidang kelistrikan menggelar seminar dan pameran Hari Listrik ke-74 (HLN) di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Rabu (9/10/2019). Hadir membuka acara tersebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

Dalam sambutannya, Jonan mengatakan,‎ saat ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru untuk mengerem ‎pembangunan PLTU.

Menurutnya, sejumlah negara sudah berkomitmen untuk tidak menggunakan PLTU pada 2050, alasannya untuk mengurangi polusi udara. Namun kata dia, Indonesia belum mengambil sikap mengenai hal tersebut.

‎”Banyak negara exit batubara di 2050, tapi Indonesia belum menjawab,” kata Jonan.

Dikatakan Jonan, pembangunan PLTU hanya boleh dilakukan di dekat sumbernya di mulut tambang. Jonan bilang, ini akan diatur dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPT).

“Saya minta di RUPTL, kalau mau bangun PLTU harus mulut tambang, kalau tidak, tidak bisa,” tegasnya.

Jonan melanjutkan, sebagai alternatif pengganti keberadaan PLTU, pembangunan pembangkit ke depan diperioritaskan yang lebih bersih, berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) dan menggunakan gas.

“Nanti BPP naik, saya bilang gini coba cari cara agar tidak tinggi kan harga gas sudah murah diatur di mid stream agar harga wajar,” tukasnya.

Penulis: Riana

Editor: Stevanny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here