Jakarta, PONTAS.ID – Kepala Suku Dinas (Kasudin) Binamarga Jakarta Utara, Bernhard Gultom meminta kontraktor yang memasang saluran dari beton bertulang dengan bentuk penampang huruf (U-Ditch) tidak sesuai untuk segera menggantinya dengan yang sesuai spesifikasi dan mutu.
Hal ini disampaikan Bernhard menanggapi ditemukannya U-Ditch yang retak serta non pabrikasi pada kegiatan pembangunan/peningkatan jalan lingkungan Kota Administrasi Jakarta Utara (Lokasi Kecamatan Tanjung Priok) yang saat ini tengah dikerjakan kontraktor.
“Kalau yang retak-retak seperti itu tidak diperbolehkan. Nanti kami tegur dan ganti dengan kondisi yang baik,” tegas Bernhard menjawab PONTAS.id, Selasa (1/10/2019).
Bernhard menegaskan, selain tidak memperbolehkan U-Ditch yang retak dipasang, pihaknya juga akan meminta U-Ditch retak namun telah terpasang agar kontraktor melakukan pembongkaran dan mengganti kembali dengan U-Ditch yang baru.
“Bahkan Kontraktor juga diharuskan memasang U-Ditch pabrikasi. Dan urugan di sisi samping U-Ditch juga tidak boleh diurug dengan puing,” tegasnya.
Sebelumnya, pemasangan Uditch di Jalan Ancol Selatan-I, RT.12/06 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara menggunakan U-Ditch retak serta non pabrikasi. Bahkan urugan di sisi samping U-Ditch juga menggunakan puing.
Dari informasi yang diperoleh PONTAS.id di lokasi berdasarkan salinan dokumen surat perintah mulai kerja, diketahui kegiatan tersebut dikerjakan oleh PT. Bachtiar Marpa Prima.
Penulis: Edi Prayitno
Editor: Pahala Simanjuntak