KRI Teluk Lampung Embarkasi 400 Prajurit Yonif Raider Suhbrasta

Jakarta, PONTAS.ID – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Lampung 540 melaksanakan embarkasi Prajurit Yonif Raider 408/ Suhbrasta purna tugas usai Satgas Pengamanan Perbatasan RI – RDTL, di dermaga International Kupang, NTT, Rabu (11/9/2019).

Kapal perang jenis kapal pendarat ini akan mengangkut Batalion bermarkas di Kabupaten Sragen, Jateng, usai jalani tugas mengamankan Perbatasan (Pamtas) antara Indonesia dengan Timor Leste selama kurang lebih 10 Bulan.

Dalam embarkasi tersebut, KRI Teluk Lampung mengangkut 400 personel dan material satgas lainnya. Sebelumnya KRI Teluk Lampung melaksanakan Debarkasi Yonif Raider 142/KJ yang melanjutkan tugas pengamanan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste/RDTL.

Panglima Kolinlamil Laksda TNI Heru Kusmanto menyatakan pergeseran personel dan material merupakan dari tugas pokok Kolinlamil dalam rangka Operasi militer selain perang (OMSP).
Pangkolinlamil melalui perintah berlayar, menginstrusikan kepada Komandan KRI agar selalu memperhatikan keamanan personel dan material, mewaspadai cuaca buruk dan menjaga moril prajurit selama pelayaran.

“Selain itu saat lintas laut, agar Prajurit KRI meningkatkan kemampuan serta keterampilan melalui latihan dan meningkatkan kewaspadaan saat jalani jaga laut terhadap bahaya navigasi dan dengan kapal lain,” kata Heru Kusmanto melalui keterangan tertulisnya.

Sementara itu menurut Komandan KRI Teluk Lampung, Mayor Laut (P) Bambang Purnomo, selama lintas laut, kapalnya berlayar dengan lancar dengan kondisi kapal yang siap. “Saat kapal berlayar pun kita melaksanakan latihan peran untuk memelihara dan meningkatkan kecakapan serta keterampilan Prajurit KRI sesuai bidangnya,” kata dia.

Saat ini KRI Teluk Lampung sedang lintas laut menuju Semarang untuk menurunkan pasukan Yonif Mekanis Raider Suhbrasta di Sragen.

Penulis: M. Abriyanto
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleJelang Pilkades Serentak, Pemkab Tangerang Gelar Bimtek
Next articleInnalillahi Wa Innailaihi Rojiun, BJ Habibie Tutup Usia