Jakarta, PONTAS.ID – Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta menggelar latihan embarkasi dan debarkasi di Dermaga Beaching dan KRI, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara (10/4/2019).
Kegiatan ini atas instruksi Panglima Kolinlamil Laksda TNI Heru Kusmanto kepada Komandan Satlinlamil Jakarta sebagai bagian dari Operasi Pendaratan Administrasi (Opsratmin) untuk mendukung Latihan gabungan TNI AL Armada Jaya XXXVII tahun 2019.
“Latihan bertujuan melatih prajurit Satlinlamil Jakarta dalam memantapkan dan meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan kegiatan Embarkasi dan Debarkasi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,” kata Pasops Satlinlamil Jakarta Letkol Laut (P) Wendy Nizwar Rizaldy di lokasi latihan.
Materi latihan, lanjut Wendy, meliputi prosedur embarkasi debarkasi, perhitungan muat kapal, latihan naik turun jaring/operasi pindah dan proses pengambilan keputusan militer, “Dalam rangka mendukung OMP (operasi militer perang) maupun OMSP (operasi militer selain perang),” jelas Pasops Satlinlamil Jakarta Letkol Laut (P) Wendy Nizwar Rizaldy.
Selain itu dengan latihan ini dapat diperolehnya data-data dan temuan yang up to date perihal embarkasi dan debarkasi untuk dijadikan bahan pembuatan dan penyempurnaan aturan dalam pelaksanaan embarkasi dan debarkasi.
Sementara iti, Komandan Satlinlamil Jakarta Kolonel Laut (P) Hery Winarno menambahkan, Satlinlamil Jakarta adalah salah satu unsur Komando Pelaksana angkutan laut militer ataupun angkutan laut nasional dari Komando Lintas Laut Militer.
“Kolinlamil sebagai Kotama pembinaan operasional mengkoordinasikan dan menyusun rencana serta program angkutan laut untuk seluruh jajaran TNI dan Polri,” kata Hery.
Dalam latihan ini, tampak Tank jenis BMP 3F bergerak memasuki pintu rampa (ramp door) KRI Teluk Amboina 503. Kendaraan tempur/ranpur jenis ampibi tersebut melaksanakan proses embarkasi yaitu pemuatan material tempur dari daratan (pelabuhan) ke dalam kapal, baik LST (Landing Ship Tank) atau LPD (Landing Platform Dock).
Kegiatan latihan berlangsung mulai 2 hingga 12 April ini diikuti 200 Prajurit Satlinlamil Jakarta.
“Materi meliputi prosedur dalam pelaksanaan embarkasi dan debarkasi baik personil, material maupun logistik lainnya terkait dengan tugas pokok Kolinlamil sebagai pembina angkutan laut militer nasional,” pungkas Hery.
Sebagai komando utama (Kotama) pengemban tugas operasional, saat ini Kolinlamil mengoperasikan beberapa KRI dari berbagai jenis, antara lain Angkut Tank (AT), Bantu Umum (BU), Bantu Angkut Personel (BAP), dan jenis Landing Platform Dock.
Penulis: Mohammad Abriyanto
Editor: Pahala Simanjuntak




























