16 Pemimpin Daerah Destinasi Wisata Unggulan Berkomitmen Kembangkan Wisata Halal

Jakarta, PONTAS.ID – Sebanyak 16 pemimpin daerah destinasi wisata unggulan di Tanah Air menyatakan komitmennya untuk bersama-sama mengembangkan wisata halal, terutama setelah Indonesia ditetapkan sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia.

Dalam acara ‘Wonderful Indonesia Halal Tourism Meeting and Conference 2019’ yang berlangsung di Hotel Bidakara Jakarta, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya menyampaikan ucapan selamat kepada Indonesia yang meraih peringkat terbaik dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019, mengalahkan 130 destinasi wisata dunia lainnya.

Kabar baik ini dapat menjadi dorongan bagi para pelaku industri pariwisata termasuk wisata halal untuk terus bergerak mencapai target sebagai sektor penghasil devisa terbesar di Tanah Air.

“Pariwisata kini berada pada posisi kedua penghasil devisa terbesar bagi Indonesia setelah industri sawit, jadi potensi kita sangat besar” kata Arief dalam siaran pers Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kamis (11/4/2019).

Potensi wisata halal juga dinyatakan oleh GMTI yang memproyeksikan dalam lima tahun ke depan, atau pada 2023 muslim traveller spending dunia mencapai 274 miliar dolar AS, atau tumbuh di atas 7,6 persen, dari 177 miliar dolar AS pada 2017.

Di sisi lain, Arief menyampaikan pentingnya untuk membuat regulasi yang suportif dalam upaya memajukan wisata halal.

“Kita juga membutuhkan regulasi terkait halal tourism dan ini akan dibuat atas kerjasama Kemenpar dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI),” ujarnya.

Arief juga berharap ke depan ajang Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) dapat digelar dengan penilaian yang lebih komprehensif, serta dapat mendorong kerja sama lebih lanjut antara pemerintah pusat dengan instansi-instansi daerah terkait.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pariwisata Halal, Anang Sutono menjelaskan bahwa penerapan standar IMTI kepada destinasi wisata halal di Indonesia bertujuan sebagai pemantik semangat daerah-daerah di Indonesia untuk terus konsisten mengembangkan wisata halal.

“Karena wisata halal adalah sebuah keniscayaan, dan Indonesia punya potensi besar di bidang ini,” tutur Anang.

Pada pertemuan ini, sebanyak 16 pemimpin daerah yang termasuk dalam destinasi wisata unggulan dan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani menandatangani Momorendum of Understanding (MoU). Langkah ini diambil sebagai bukti dari komitmen para pemimpin daerah tersebut untuk mengembangkan wisata halal di daerah mereka masing-masing.

Konsep wisata halal yang saat ini sedang dikampanyekan oleh Kemenpar juga mendapat sambutan hangat dari para kepala daerah di Indonesia. Hal ini terlihat dengan adanya peningkatan nilai yang dicapai oleh sejumlah daerah pada ajang IMTI 2019.

Penulis: Risman Septian
Editor: Stevanny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here